Wajah Pendidikan dalam Pandemi, Islam Adalah Solusi


DATARIAU.COM – Sungguh sangat menyayat hati, belum usai dengan masalah pasien terjangkit yang terus meningkat, ditambah sektor ekonomi yang semakin sekarat akibat pandemi COVID-19. Kini Indonesia kembali disapa dengan masalah baru dalam sektor pendidikan. Pasalnya selama masa pandemi corona pemerintah mengeluarkan kebijakan agar kegiatan belajar mengajar (KMB) dilaksanakan dalam bentuk daring (dalam jaringan) dan tidak boleh dilakukan dengan tatap muka guna mencegah penularan virus COVID-19. 

Namun sangat disayangkan dalam lapangannya tidak semua mampu menjalakan pembelajaran ini dengan efektif. Seperti sosok Dimas seorang siswa SMPN 1 Rembang Jember. Ayahnya bekerja sebagai nelayan dan ibunya buruh pengering ikan. Dimas harus tetap melaksanakan KBM disekolah sendirian karena tidak memiliki smartphone. 

Hal serupa juga dialami oleh beberapa siswa di daerah pegunungan tepatnya pada perbatasan  Sumowo, Kabupaten Serang. Setiap hari mereka harus berjalan kaki sejauh satu kilometer untuk mencari sinyal. Irma seorang pelajar SMP mengatakan, “Kami kesulitan sinyal karna desa kami berada dibalik perbukitan. Setiap hari, saya bersama teman lain mendatangi tempat yang dapat menjangkau sinyal telpon untuk dapat mengikuti pelajaran secara daring,” (MediaIndonesia.com). 

Penerapan pembelajaran daring tentunya membutuhkan persiapan ekstra. baik oleh penyedia layanan pendidik, peserta didik bahkan orangtua siswa. Selain strategi baru serta adaptasi pembelajaran jarak jauh, sarana yang memadai juga harus tersedia dengan baik. Seperti teknologi yang canggih (smartphone, laptop),  ketersediaan jaringan, dan tidak luput pula keuangan sebagai penunjang terpenuhinya sarana tersebut.

Melihat fakta bahwa pembelajaran jarak jauh yg menuntut sarana telekomunikasi dan ketersedian jaringan, banyaknya siswa yang tidak mampu memiliki smartphone, dan kalaupun memiliki smartphone tidak dapat support jaringan. Selain itu tidak sedikit orang tua siswa untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari sudah mengalami kesulitan, apalagi untuk memfasilitasi anaknya belajar daring. Hal ini seolah memaksa jutaan pelajar kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Mengingat bahwa seharusnya pendidikan adalah hak dasar yang berhak diterima oleh seluruh masyarakyat.

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa pandemi ini semakin menyikap kegagalan negara berparadigma kapitalisik dalam sektor pendidikan yang saat ini diterapkan. Bahkan sebelum pandemi menghampiri banyak masyarakat tidak memiliki kesempatan mengeyam bangku sekolah dikarenakan mahalnya biaya pendidikan dan ekonomi masyarakat rendah. Apalagi dalam masa pendemi, tentunya dibutuhkan biaya lebih untuk memenuhi saranan pembelajaran daring.

Berbeda dengan pendidikan dalam sistem islam yang menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas kepada seluruh masyarakat. Begitu pula dengan tenaga pendidik mendapatkan gaji dan insentif yang tinggi. Adapun biayanya didapatkan dari keuangan negara yang dikelola untuk kepentingan rakyat. Bukan mengenyangkan individu dan swasta semata. 

Hal ini tidak luput dari keterikatan yang begitu erat dengan sistem ekonomi. Sistem ekonomi negara yang seharusnya dikelola dalam sistem islam pula. Agar sumber daya alam yang dimiliki negara digulirkan secara merata termasuk kepada sektor pendidikan untuk membangun sarana prasana yang mampu menunjang peningkatan kualitas pendidikan juga menaggulangi masalah seperti saat pandemi.

Selain itu penerapan politik islam juga sangat penting agar menetapkan negara yang senantiasa menerapkan segala aspek sistem ketataan negaraan sesuai dengan aturan islam. Menjadikan islam sebagai solusi dari segala permasalahan sesuai dengan Al-quran dan Sunnah. 

Sebagaimana firman Allah Subhana Wata’ala, “Maka demi Rabbmu, mereka itu (pada hakekatnya) tidak beriman sebelum mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dihati mereka suatu keberatan terhadap putusan  yang engkau berikan, dan mereka menerima (pasrah) dengan sepenuhnya.” (QS. An-nisa [4]: (65).

Sudah terbukti dalam masa kejayaannya, sistem pendidikan islam mampu mencetak ilmuan yang luar biasa dan sangat berpengaruh di dunia. Al-khawarij ilmuan yang menemukan penomoran 1-10, serta Abbas Ibn Firnas merupakan seorang penemu pesawat terbang sekaligus orang pertama yang berhasil terbang, dan banyak lagi contoh lainnya.

Maka sudah saatnya kita kembali kepada solusi yang hakiki yaitu kembali menerapkan sistem islam dalam seluruh aspek kehidupan demi mencapai kesejahteraan umat dan mengejar Ridho Illahi.(*)

Allahu a’alam bish Shoawab.

Editor: Redaksi

Sumber: datariau.com


Sumber: https://datariau.com/opini/Wajah-Pendidikan-dalam-Pandemi–Islam-Adalah-Solusi- قالب وردپرس
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...