Soal Cuitan Ambroncius, BPIP: Junjung Tinggi Martabat Manusia, Stop Rasisme!


JAKARTA – Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo menyayangkan masih adanya tindakan rasial yang menyinggung SARA, dan menyerang martabat manusia.

“Sayang sekali ya, harusnya tidak ada lagi pelecehan dan tindakan rasial yang nanti malah melebar ke mana-mana, dan malah jadi menyingung kelompok tertentu,” ujar Benny kepada awak media, Senin (25/1/2021).

Dirinya mengajak seluruh elemen Bangsa, untuk bijak dalam berujar dan melontarkan pendapat di media sosial. “Jangan sampai kemudian ujaran yang dilontarkan atau ditampilkan di media sosial, malah membuka peluang kepada tindakan rasialis yang bisa saja dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk memecah belah persatuan bangsa,” tambahnya.

Rohaniwan yang akrab disapa Romo Benny ini, juga menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk melawan kritikan dengan kritikan, bukan dengan kata-kata atau ujaran yang berpotensi menimbulkan tidakan rasisme kepada kelompok etnis atau agama tertentu.

“Sudah saatnya kita dewasa ya, dan arif dalam merespon kritik, kritik itu biasa, tetapi kalau direspon dengan cara yang salah, nantinya malah jadi masalah yang sejatinya tidak perlu ada,” ajak Benny.

Benny juga menegaskan kepada seluruh elemen Bangsa Indonesia, untuk tetap berpegang kepada Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara. Termasuk dalam hal saling kritik, harus tetap menghargai dan menjunjung tinggi martabat manusia serta menghargai kebhinekaan.

“Untuk meredam konflik serta polemik atau upaya dari oknum-oknum tertentu untuk menggoreng isu rasialis, sebaiknya jika ada tindakan rasisme, langsung saja dibawah ke ranah hukum, nanti aparat penegak hukum yang akan menyelidiki dan menindak kalau-kalau ada tindakan rasis,” ungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Relawan Pro Jokowi Amin (Projamin), Ambroncius Nababan, dianggap bersikap rasis terhadap tokoh kemanusaan Papua, Natalius Pigai. Ambroncius memasang foto Natalius berdampingan dengan seekor gorila.

Cuitan Ambroncius itu, berkaitan dengan penolakan Natalius terkait sikap pemerintah yang mewajibkan warga negara Indonesia untuk divaksin. Menurutnya, pemerintah tidak boleh memaksa jika ada warga negara yang menolak untuk divaksin. Natalius menyebut bahwa keinginan untuk divaksin atau tidak adalah Hak Asasi Manusia.

Melalui melalui akun Facebook-nya, Ambroncius menanggapi sikap Natalius tersebut dengan kata-kata rasisnya. Sikap rasis tersebut yang kemudian yang menjadi perbincangan hangat publik akhir-akhir ini. Namun belakangan, tulisan rasis Ambroncius tersebut telah dihapus.

“Mohon maaf yg sebesar-besarnya. Vaksin sinovac itu dibuat utk MANUSIA bukan utk GORILLA apalagi KADAL GURUN. Karena menurut UU Gorilla dan kadal gurun tidak perlu di Vaksin. Faham?” tulis Ambroncius.***


Sumber : https://www.goriau.com/berita/baca/soal-cuitan-ambroncius-bpip-junjung-tinggi-martabat-manusia-stop-rasisme.html
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...