займ на карту онлайн

Seorang Pria Nekat Datangi Gedung Jaminan Sosial Lengkap dengan Senjata Api dan Ratusan Amunisi Untuk Dapatkan Dokumen dan Uang Tunjangan Ibunya

RIAU24.COM –  William Rankin (44) lengkap dengan ratusan butir amunisi muncul di gedung Jaminan Sosial Virginia pada 8 Februari lalu dengan tas senapan di bahunya sembari berteriak “aku mau uangku”.

Setelah terlibat baku tembak dengan satpam, ia dinyatakan meninggal setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit, Rabu (3/3).

Baca Juga: Dituduh Lakukan Perundungan, Karir Ji Soo Diramalkan Akan Hancur

Jaksa Federal pada Kamis (4/3) telah mencabut semua tuntutan dan dakwaan kepada William Rankin setelah kabar kematiannya. Sebelumnya, ia didakwa dengan dugaan percobaan pembunuhan dan penyerangan.

Awal mula kejadian itu saat satpam yang tidak disebutkan namanya itu memberi tahu William Rankin bahwa ia tidak bisa memasuki gedung Jaminan Sosial karena protokol Covid-19. William Rankin seketika gelisah dan mengeluarkan pistol mengancam satpam penjaga bahwa ia tidak akan pergi tanpa uang dan dokumen.

Kemudian, Rankin menembaki satpam itu yang kemudian terluka di beberapa bagian termasuk dada. Untunglah, satpam itu mengenakan rompi anti peluru sehingga organ vitalnya masih bisa diselamatkan.

Baca Juga: Ahli Bedah Plastik Sebut Wanita Inilah yang Memiliki Wajah Paling Sempurna di Dunia

Saat Rankin berbalik pergi, satpam tersebut balas menembaki Rankin. Kedua pria itu akhirnya dibawa ke rumah sakit terdekat, petugas satpam diketahui sudah mulai membaik dan akan segera pulih.

Setelah diperiksa, pihak berwenang menemukan beberapa senjata api dan sekitar 600 butir amunisi di tas senjata Rankin, juga bir dan roti lapis.

Istri Rankin menyebutkan kepada FBI bahwa suaminya itu telah berurusan selama berbulan-bulan dengan Jaminan Sosial melalui telepon terkait tunjangan ibunya.



Sumber : https://www.riau24.com/berita/baca/1614956737-seorang-pria-nekat-datangi-gedung-jaminan-sosial-lengkap-dengan-senjata-api-dan-ratusan-amunisi-untuk-dapatkan-dokumen-dan-uang-tunjangan-ibunya
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...