Sampai Kapan Anies Sendiri?


DATARIAU.COM – Sejak Anies Baswaden ditinggal oleh Sandiaga Uno sendirian sampai saat ini belum ada pengganti untuk Wagub. Meskipun Anies belum menemukan pendamping  saat ini, namun Anies tetap optimis dan selalu bekerja keras untuk membangun DKI Jakarta menjadi lebih maju lagi. Sudah ada beberapa nama yang diusungkan untuk Anies namun belum terlihat kejelasan dalam penanganan wakil untuknya.

Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya menyepakati calon Wakil Gubernur DKI Jakarta masing-masing dua nama dari partai mereka. Empat calon Wakil Gubernur DKI yang diajukan Partai Gerindra yakni, Sekda DKI Jakarta Saefullah, Dewan Penasehat DPP Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry J Yuliantoro, dan Ketua DPP Partai Gerindra Riza Patria.

Satu tahun lebih kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong setelah ditinggal Sandiaga Uno yang mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019. PKS meminta Anies berinisiatif membahas kekosongan tersebut.

Lamanya kekosongan kursi orang nomor dua di Jakarta karena minimalnya ruang komunikasi antara DPRD dan dua partai pengusung Anies-Sandi yaitu Gerindra dan PKS.

Gubernur Anies Baswedan sebenarnya bisa memainkan perannya yang strategis karena chemistry-nya nanti, mengingat penyataan sebelumnya Partai Gerindra atas pernyataan Prabowo Subianto dan Sandiaga, jatah kursi Wakil Gubernur adalah milik PKS. Usulan nama, sudah diberikan kepada DPRD dan telah dibahas oleh PKS, Gerindra, dan Anies sebagai Gubernur.

Usulan sudah diberikan dan dibahas di DPRD, maka pentingnya peran strategis Anies Baswedan sebagai gubernur untuk menjembatani komunikasi yang baik, soal Wakil Gubernur DKI.

Kendati satu tahun tak kunjung ada titik temu sosok pengganti Sandi sebagai Wagub, sempat muncul wacana baru, wakil gubernur lebih dari satu buat DKI.

Mengenai wagub lebih dari satu, sesuai regulasi yang ada saat ini, jumlah wagub harus satu. Jika pun ada usulan revisi UU tentang Daerah Khusus Ibu Kota, prosesnya cukup panjang dan harus dibahas di DPR RI. Kita sama-sama mengetahui UU sendiri rutenya panjang. Mesti ada draft, mesti dibahas di DPR pusat, mesti persetujuan Presiden.

Namun demikian tak ada kendala jika memang Jakarta tidak memiliki Wagub karena dianggap semua program bisa berjalan.

Dalam kasus gonjang gajing untuk calon Wagub ini, Anies sudah sangat cakap menjadi Gubernur sendirian tanpa pendamping dan Anies sudah sangat bekerja keras meskipun banyak gosip dan berita miring tentang kepemimpinannya hingga saaat ini. Semua pihak berharap mendapatkan pengganti yang baik serta dapat bekerja keras dengan giat bersama Anies untuk DKI Jakarta yang lebih baik dari saat ini. (*)

Penulis: Nurhidayani
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Abdurrab Pekanbaru.

Ingin kirim berita? Silahkan hubungi redaksi melalui WhatsApp 081339661966 atau email [email protected]

Sumber: https://datariau.com/opini/Sampai-Kapan-Anies-Sendiri- قالب وردپرس

Ekstrak Uncaria - Herbal Dari Ekstrak Daun Gambir Pilihan

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...