Ragam Kabinet Biden, Kulit Hitam hingga Keturunan Palestina


(CAKAPLAH) – Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden terus menggaungkan bahwa kabinetnya akan diisi oleh orang-orang yang lebih beragam dan berpengalaman. Jika dikonfirmasi, Kabinet Biden akan menjadi kabinet presidensial paling beragam secara rasial dalam sejarah AS.

Analisis CNN menemukan bahwa 50 persen calon untuk posisi Kabinet dan posisi di level Kabinet diisi oleh orang kulit berwarna.

Sosok itu termasuk Wakil Presiden terpilih Kamala Harris yang akan menjadi orang kulit hitam pertama, wanita pertama, sekaligus keturunan Asia Selatan pertama yang memegang posisi tersebut.

Kabinet itu juga akan menunjukkan sejumlah terobosan, beberapa di antaranya seperti Austin akan menjadi Menhan kulit hitam pertama dan Yellen akan menjadi wanita pertama yang menjabat Menkeu.

Biden juga menunjuk seorang perempuan keturunan Palestina, Reema Dodinher, sebagai staf Gedung Putih. Hal ini membuat Reema menjadi keturunan Palestina pertama yang menduduki jabatan itu.

Sebelumnya, Obama mencetak rekor keberagaman karena kabinetnya terdiri dari 42 persen orang kulit berwarna.

Menurut analisis lembaga think-thank Brookings Institution, Biden juga akan menunjuk lebih banyak perempuan di kabinetnya daripada enam pendahulunya.

Para pemimpin hak sipil memuji Biden karena menepati janji kampanyenya untuk menciptakan Kabinet yang lebih mencerminkan perubahan demografi negara. Itu adalah langkah pertama dari Biden dan mereka sangat optimistis.

Lebih lanjut, pemerintahan Biden juga diharapkan akan memberlakukan kebijakan yang mengarah pada perubahan substansif bagi komunitas kulit berwarna.

Meski demikian, dari segelintir nama yang telah diungkapkan ke publik, hanya sedikit dari mereka yang akan dilantik ketika Biden resmi menjabat sebagai presiden pada Rabu (20/1).

Hal itu dikarenakan sekretaris kabinet dan pejabat senior tertentu harus terlebih dahulu mengantongi persetujuan dari Senat.

Senat disebut lambat mengumumkan hasil konfirmasi Kabinet di tengah gejolak politik yang disebabkan oleh Presiden Donald Trump. Kontrol Senat juga diputuskan cukup terlambat, yakni pada 6 Januari.

Penundaan ini menempatkan Biden berada di belakang dua pendahulunya: Trump memiliki dua anggota Kabinet yang dikonfirmasi pada saat ia menjabat, sementara mantan presiden Barack Obama memiliki enam anggota.

Di set pertama sidang konfirmasi yang dijadwalkan sejauh ini, beberapa nama akan menghadap Senat pada Selasa, nama-nama tersebut yakni calon Menteri Luar Negeri Antony Blinken, calon Menteri Pertahanan Lloyd Austin, calon Menteri Keuangan Janet Yellen, calon Menteri Keamanan Dalam Negeri Alejandro Mayorkas, dan calon Direktur Intelijen Nasional Avril Haines.

Melansir Straits Times, sementara sidang lain telah dijadwalkan pada Kamis untuk calon Menteri Perhubungan Pete Buttigieg.

Selain itu, sidang pemakzulan Trump juga dapat menunda konfirmasi Kabinet, meskipun Biden berharap Senat dapat membagi waktu antara memajukan agendanya dan mengadili Trump.

“Saya berharap pimpinan Senat akan menemukan cara untuk menangani tanggung jawab konstitusional mereka tentang pemakzulan, sementara juga mengerjakan urusan mendesak lainnya di negara ini,” kata Biden dalam sebuah pernyataan pada Rabu lalu.

“Dari konfirmasi hingga jabatan penting seperti Menteri Keamanan Dalam Negeri, Negara, Pertahanan, Perbendaharaan, dan Direktur Intelijen Nasional, hingga program vaksin kita berjalan sesuai rencana, dan untuk menjalankan ekonomi kita lagi. Terlalu banyak yang menderita terlalu lama selama setahun terakhir untuk menunda pekerjaan mendesak ini,” ujarnya.

Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com


Sumber : https://www.cakaplah.com/berita/baca/63972/2021/01/20/ragam-kabinet-biden-kulit-hitam-hingga-keturunan-palestina/
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...