Presiden Harus Minta Maaf Soal Bipang, Achmad: Lebih Malu Kalau Tak Ngaku Salah


PEKANBARU – Anggota Komisi VIII DPR RI, Achmad berharap Pemerintah Pusat bisa segera menghentikan kontroversi kuliner ‘Bipang Ambawang’ yang masih menjadi bahan perdebatan di tengah masyarakat.

Presiden, kata Politisi Demokrat ini, harus jentelmen dan meminta maaf kepada masyarakat atas kekeliruan ini, karena masyarakat hanya menunggu pemerintah mengakui kesalahannya. Kalaupun presiden segan, presiden bisa mengintruksikan bawahannya.

“Kan bisa melalui jubir Mensetneg atau Menkominfo. Jangan malu sama rakyat, lebih malu lagi kalau sudah salah tapi tak mengaku salah. Masyarakat akan bangga kalau pemimpinnya bisa bersikap jentelmen, karena semua manusia pasti pernah berbuat salah,” kata Mantan Bupati Rohul dua periode ini, Rabu (12/5/2021).

Persoalan Bipang ini, lanjut Achmad, tidak sepenuhnya salah presiden, namun yang mestinya disorot adalah kinerja dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Karena, sebelum presiden menyampaikan arahan, materinya mesti dicek dan ricek oleh Setneg.

“Jadi ketika ada kekeliruan, Sesneg sudah siap dengan respon atas apa yang disampaikan itu. Sekarang kecolongan, presiden menyampaikan makanan yang 100 persen haram bagi muslim untuk dijadikan oleh-oleh lebaran. Ini semua akibat Sesneg yang tak cermat dan ceroboh. Akhirnya, semua sibuk mengklarifikasi,” tuturnya.

Klarifikasi pun, sambungnya, terkadang tidak masuk akal, misalnya ada yang menyebut bahwa presiden menyebut Bipang dalam pidatonya tersebut karena bertepatan dengan Hari Paskah. Alasan ini, dinilai Achmad terlalu mengada-ada.

“Ada pula yang bilang itu maksudnya kipang, kipang itu kan makanan khas Sumbar, ada yang dari kacang, ada yang dari beras. Hal-hal seperti ini kan meruntuhkan marwah presiden, dan malah menambah besar masalah,” tutupnya. ***


Sumber : https://www.goriau.com/berita/baca/presiden-harus-minta-maaf-soal-bipang-achmad-lebih-malu-kalau-tak-ngaku-salah.html
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...