займ на карту онлайн

Perkara Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan Teluk Jering – Kampung Pinang Kampar Mulai Disidang


KAMPAR – Perkara dugaan korupsi proyek pembangunan Jalan Teluk Jering – Kampung Pinang, Kampar mulai disiang pada Selasa (20/4/2021).

Persidangan mengagendakan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sidang perdana ini dilaksanakan di pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Kota Pekanbaru.

Kasi Pidana Khusus Kejari Kampar, Amri Ramanto membenarkan bahwa hari ini dilakukan sidang perdana terkait perkara tersebut. Persidangan yang mengagendakan pembacaan dakwaan ini dilakukan secara virtual.

Dalam persidangan ini para tersangka didakwa dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001. Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Para tersangka juga dinilai mengenai Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001. Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Ia menuturkan pelimpahan perkara ini ke PN Pekanbaru, Selasa (13/4/2021) pekan lalu. Dalam persidangan tersebut empat orang yang didakwa dihadirkan.

“Senin (26/4/2021) kembali diagendakan persidangan kedua terkait perkara tersebut,” ungkapnya.

Sidang kedua ini mengagendakan eksepsi dari para terdakwa melalui para Penasihat hukum.

Diberitakan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi proyek jalan Kampung Pinang – Teluk Jering di Kabupaten Kampar, Riau ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Keempat orang tersangka dalam perkara dugaan rasuah ini antara lain, Imam Gozali, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kampar, Irwan selaku Konsultan Pengawas, Muhammad Irfan dari PT Bakti Aditama selaku rekanan, dan Edi Yusman, pihak swasta yang mengerjakan proyek tersebut.

“Berkas (perkara) sudah di meja Ketua Pengadilan, untuk penunjukan majelis hakim yang nantinya mengadili para tersangka,” kata Panitera Muda (Panmud) Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Rosdiana Sitorus, Senin (19/4/2021).

Nantinya setelah ada penetapan majelis hakim disebutkan Rosdiana, berikutnya akan ada penentuan jadwal sidang.

“Alurnya seperti itu, jadi kita menunggu siapa majelis hakimnya baru keluar jadwal sidangnya,” beber dia.

Untuk keempat tersangka, sudah ditahan oleh tim jaksa penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau, selaku pihak yang menangani perkara, sejak Kamis (10/12/2021) lalu.

Mereka dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Pekanbaru.

Untuk diketahui, dalam perkara ini, jaksa sudah memeriksa Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kampar, Afdal, sebagai saksi.

Dalam proyek senilai Rp9 miliar lebih itu, Afdal diketahui merupakan Pengguna Anggaran (PA). Selain dia, ada dua orang lainnya yang juga diperiksa.

Mereka adalah Sari Manaon selaku anggota Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP), dan Yosi Indra selaku Ketua Kelompok Kerja (Pokja) pada Unit Layanan Lelang (ULP) Kabupaten Kampar.

Perkara ini ditingkatkan ke tahap penyidikan pada akhir Oktober 2020 lalu. Penyidik menemukan adanya tindakan pidana dan dua alat bukti permulaan yang cukup dalam pembangunan jalan yang bersumber dari APBD Kampar tahun anggaran 2019.

Proyek infrastuktur tersebut diketahui memiliki nilai pagu dan harga perkiraan sendiri (HPS) sebesar Rp10.019.121.000.

Kegiatan ini dikerjakan oleh PT Bakti Aditama, selaku pemenang lelang setelah berhasil menyingkirkan 53 perusahaan lainnya. Nilai penawaran PT Bakti Aditama senilai Rp9,8 miliar.***


Sumber : https://www.goriau.com/berita/baca/perkara-dugaan-korupsi-pembangunan-jalan-teluk-jering-kampung-pinang-kampar-mulai-disidang.html
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...