Novanto Ditahan KPK, Andi Rahman Buka Kartu

Share
  • 41
    Shares

Kehebohan luar biasa terjadi di negeri kita dalam pekan ini. Pasalnya, ketua DPR RI, Setya Novanto yang disangkakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terlibat dalam pesta koruspsi KTP elektronik, menghilang saat dijemput paksa oleh petugas KPK di rumahnya. Namun, hanya berselang satu hari kemudian, Novanto dikabarkan menjadi korban kecelakaan kendaraan yang menyebabkan yang besangkutan kemudian dirawat di rumah sakit Medika Permata Hijau Jakarta.

Akhirnya Setya Novanto dibawa ke tahanan KPK, mengingat sebelumnya beberapa panggilan selalu mangkir. Proses hukum terhadap Setnov ini memang selalu menarik perhatian publik. Bahkan muncul banyak meme yang mengekspresikan perasaan publik, walau akhirnya ada beberapa pengunggah meme dilaporkan ke polisi oleh pengacara Novanto. Publik di provinsi Riau tentu juga ikut membicarakan dan merespon di sosial media, bagaimana pun Setnov adalah ketua lembaga tinggi negara.

Dalam perspektif politik Riau, ditangkapnya Novanto sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar sempat memanaskan suhu politik jelang Pilgubri. Bakal Calon Gubernur Riau dari petahana Andi Rahman, yang sebelumnya telah mendapatkan rekomendasi dari DPP PG, sempat terbawa issue beralihnya dukungan Golkar seiring memanasnya suhu di DPP. Surat rekomendasi tersebut, sebelumnya memang belum menyertakan pasangan yang mendampingi Andi Rahman.

Menutup issue miring tersebut, cepat-cepat Andi Rahman membuka ke publik, bahwa pihaknya sudah menerima Surat Keputusan DPP Golkar nomor R-521/Golkar/XI/2017. Dimana Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar menetapkan dan mengesahkan: Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA sebagai calon Kepala Daerah berpasangan dengan H Suyatno sebagai calon Wakil Kepala Daerah Provinsi Riau yang diusung Partai Golkar dalam Pilkada serentak putaran ke-tiga tahun 2018. SK ini ditandatangani 13 November yang lalu oleh Ketua Umum DPP Golkar Setya Novanto dan Sekjen Idrus Marham.

Munculnya, nama Bupati Rokan Hilir, Suyatno memang sudah mengemuka akan mendampingi calon petahana, tapi beberapa kali pihak Andi Rahman masih menutupnya. Hembusan ‘badai’ di DPP Partai Golkar seperti menjadi ‘pemaksa’ pihak Andi untuk membuka kartu sudah adanya surat DPP yang ditandatangi Novanto dua hari sebelum KPK datang ke rumahnya. Masih banyak yang meragukan kepastian Golkar, mengingat sangat dinamisnya gejolak di pusat.

Namun jika memang pasangan inilah yang diusung Partai Golkar, tentu akan memicu partai lainnya untuk segera mengkonsolidasikan jagoannya. Peta baru sebentar lagi tersaji.

#TajukBarometer


Share
  • 41
    Shares

Baca Juga