Meranti Satu-satunya Daerah yang Belum Ajukan BLT, Bupati Belum Teken SK Penerima



RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau telah menyalurkan bantuan keuangan (Bankeu) penanganan dampak sosial atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 11 kabupaten/kota. Sedangkan satu kabupaten lagi, belum disalurkan yakni Kabupaten Kepulauan Meranti. 

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Indra, menjelaskan, untuk Kabupaten Meranti belum disalurkan, karena pemerintahnya belum mengajukan penyaluran. Hal ini akibat Surat Keterangan (SK) penetapan penerima BLT belum ditandatangani kepala daerahnya. 

“Kalau Meranti itu saja kendalanya. Sedangkan kabupaten/kota lainnya sudah disalurkan. Kepala daerahnya belum meneken SK penerima BLT,” ujar Indra, Selasa (30/6/2020).

Dijelaskan Indra, untuk realisasi anggaran penanganan Covid-19 di Provinsi Riau, sesuai Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) sebesar Rp182,4 miliar dari anggaran yang disiapkan lebih kurang Rp400 miliar. Sedangkan untuk anggaran penanganan Covid-19 Riau yang sudah dicairkan Bankeu penanganan dampak sosial atau BLT sebesar Rp153,3 miliar lebih.  

“Realisasi SP2D penanganan Covid-19 Riau sebesar Rp182,4 miliar. Tapi yang masih berproses cukup banyak, ketika ada masuk permintaan pencairan segera kita proses. Untuk BLT sebesar Rp153,3 miliar lebih, untuk di 11 kabupaten/kota, kecuali Kabupaten Kepulauan Meranti yang belum,” katanya. 

Sementara itu, untuk bankeu kelurahan penanganan Covid-19, sampai saat ini sudah Rp8,8 miliar yang sudah disalurkan ke dua daerah, yakni Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kota Pekanbaru. Sedangkan yang lain belum. Kemudian hibah BTT sekitar Rp5 miliar. Dan belanja langsung di empat OPD seperti Dinas Kesehatan, RSUD Arifin Achmad, RSUD Petala Bumi dan RSJ Tampan sebesar Rp14,4 miliar. 


Reporter: Nurmadi



[Ikuti Riaumandiri.id Melalui Sosial Media]


Sumber : https://www.riaumandiri.id/read/detail/86945/meranti-satusatunya-daerah-yang-belum-ajukan-blt-bupati-belum-teken-sk-penerima
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...