Makin Dekat, Achmad Diusung Demokrat (?)

Share
  • 67
    Shares

Waktu makin mendekat, semua bergerak semakin cepat. Manuver politik yang dilakukan oleh para tokoh yang mau bertarung dalam pilkada Riau semakin atraktif untuk bisa merayu partai politik agar mengusung dirinya. Pekan lalu, Gubri Andi Rahman sekaligus ketua DPD Golkar Riau telah membuka kepada publik bahwa Partai Golkar akan mengusung dirinya berpasangan dengan Bupati Rokan Hilir, Suyatno. Banyak pihak menilai hal tersebut sebagai pengamanan posisi atas gonjang-ganjing Partai Golkar di pusat pasca penahanan Setya Novanto oleh KPK dalam kasus korupsi KTP elektronik, yang dikhawatirkan bisa merubah peta dukungan. Mengingat banyak kader Golkar lainnya yang telah mengintai perahu ini.

Partai Golkar merupakan satu-satunya partai yang bisa mengusung pasangan calon sendiri tanpa perlu koalisi dengan partai lain. Dibukanya pasangan ini, telah menutup peluang partai lain menyorongkan kadernya berpasangan dengan petahana. Di kelas kedua, ada PDIP dan Partai Demokrat yang sama-sama memiliki 9 kursi di DPRD Riau. Kedua partai ini, untuk bisa mengusung paslon harus berkoalisi dengan partai lain. Sebelumnya telah beredar kabar, PDIP akan menjadi perahu bagi pasangan Harris-Yopi. Namun sampai saat ini, langkah untuk bisa melengkapi perahu bagi kedua orang Bupati kader Golkar ini seperti senyap. Tapi diam-diam, Suyatno yang merupakan kader PDIP malah bisa bersanding dengan Andi Rahman. Sikap PDIP sendiri, setakat ini belum jelas.

Pekan ini ada kabar terbaru dari Partai Demokrat. Sidang Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat yang dipimpin SBY, memutuskan memberikan kesempatan kepada mantan Plt Ketua DPD Demokrat Riau, Achmad, untuk mencari pasangan untuk posisi Wakil Gubernur serta partai koalisi yang akan melengkapi perahu Demokrat. Ditundanya keputusan Demokrat dan diberikannya waktu satu pekan untuk Achmad ini konon karena usulan ketua Demokrat Riau, Asri Auzar. Mengingat dalam setiap survey, yang dilakukan oleh berbagai lembaga, posisi mantan Bupati Rokan Hulu ini selalu unggul.

Dinamika di Partai Demokrat Riau dalam menghadapi pilkada Gubri ini cukup menarik. Semula ada dua kubu yang berebut simpati partai, yaitu Achmad sebagai Plt Ketua Provinsi saat itu dan Firdaus, walikota sekaligus ketua PD Kota Pekanbaru. Perseteruan ini sempat meruncing dalam perebutan ketua DPD PD Riau saat Musda beberapa bulan lalu, yang justru muncul kuda hitam Asri Auzar, anggota DPRD Riau sebagai pemenang. Asri didukung secara aklamasi oleh 11 kabupaten kota minus Pekanbaru. Dimana saat mengkonsolidasikan diantaranya dengan membawa issue, bahwa ketika dirinya terpilih sebagai ketua nantinya akan mendukung Achmad sebagai calon Gubernur.

Waktu berlalu, dinamika politik makin dinamis. Saat penjaringan di Demokrat Riau, nama Asri Auzar masuk sebagai bakal calon wakil Gubernur. Manuver-manuver politik dilakukan oleh politisi dari Rohil ini. Mulai mendekat ke kubu Andi Rahman, dan yang terakhir merapat ke Lukman Edi. Indikasi ini makin kentara saat kedatangan ketua DPP PKB, Cak Imin di Pekanbaru.

Keputusan Majelis Tinggi yang memberikan kesempatan kepada Achmad dengan tenggat waktu yang mepet ini, dibaca sebagian pihak sebagai ‘sopan santun’ Asri Auzar kepada senior. Dalam politik, semua bisa terjadi. Waktu panjang bukan jaminan, waktu sempit bukan penghalang. Akankah Achmad menemukan pasangan dan koalisinya? kita tunggu.

#TajukBarometer


Share
  • 67
    Shares

Baca Juga