KPK Terima Informasi Insentif Nakes yang Tangani Pasien Covid-19 Dipotong RS 70 Persen


JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima informasi bahwa insentif tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien Covid-19 dipotong pihak rumah sakit (RS) 50 hingga 70 persen.

”Insentif yang diterima oleh tenaga kesehatan secara langsung tersebut diketahui dilakukan pemotongan oleh pihak manajemen untuk kemudian diberikan kepada nakes atau pihak lainnya yang tidak berhubungan langsung dalam penanganan pasien Covid-19,” kata Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati kepada wartawan, Selasa (23/2/2021), seperti dikutip dari detikcom.

Pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Sekretaris Jenderal Kemenkes drg Oscar Primadi, MPH, menegaskan, tak ada kebijakan terkait pemotongan insentif nakes. Dikatakannya, besaran insentif nakes di tahun 2021 sama dengan yang diterima pada 2020.

”Tidak ada kebijakan pemotongan tersebut, kita cek kalau ada masalah di lapangan,” tegasnya melalui pesan singkat kepada detikcom Selasa (23/2/2021).

”Kita cek karena ada mekanisme penyaluran uangnya,” kata Oscar sembari menegaskan adanya sanksi jika benar ditemukan kasus tersebut.

Detil alokasi anggaran Kemenkes beberapa waktu lalu juga disebut dikoordinasikan dengan Kemenkeu.

”Kemudian kita Kemenkeu terus berkoordinasi untuk mendetailkan alokasi anggaran untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19,” jelas Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani kala itu.

Sementara Ketua Umum Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), Susi Setiawaty belum menanggapi saat konfirmasi detikcom, Selasa (23/2/2021).***


Sumber : https://www.goriau.com/berita/baca/kpk-terima-informasi-insentif-nakes-yang-tangani-pasien-covid19-dipotong-rs-70-persen.html
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...