Korban Tewas Akibat Rusuh di India Bertambah Jadi 35 Orang, Begini Kisah Muslim yang Jadi Korban Rusuh


RIAU24.COM –  Sejak bentrok fisik terjadi di New Delhi India, Minggu 23 Februari 2020 lalu, hingga Kamis 27 Februari 2020 korban tewas terus bertambah. Laporan terbaru menyebutkan, korban tewas telah mencapai 35 orang, bertambah 8 orang dari data Rabu malam. Sediktnya 188 orang luka-luka dan dirawat di rumah sakit, sebagian besar luka tembak, ungkap pejabat sejumlah rumah sakit. 

Bentrokan itu pecah, bersamaan dengan kunjungan Presiden AS, Donald Trump, ke India yang disambut sangat meriah. Sejak bentrok terjadi, toko-toko dan sekolah-sekolah langsung tutup. Jalan di kota itu juga tampak lengang, setelah pemerintah melarang warga keluar rumah.  

Baca Juga: Masih Gara-gara Virus Corona, Harga Tiket Pesawat di China Anjok, Bahkan Lebih Murah dari Kopi

Kisah bentrok itu, mungkin tidak akan pernah hilang dari ingatan Abdul Samar, muslim warga Kota New Delhi. Dilansir viva yang merangkum cnn, sebelum bentrok terjadi, Abdul Samar tengah melakukan salat di salah masjid di kawasan Ashok Nagar di timur laut ibu kota India, New Delhi.

Namun suasana hilang pada Selasa malam 25 Februari 2020 itu, langsung berubah menjadi ricuh sering dengan datangnya segerombolan orang bersenjata. 

Dengan brutal, gerombolan itu memukuli setiap orang yang sedang ibadah di dalam masjid. Tak lama kemudian tempat ibadah itu dibakar. Abdul juga tak luput menjadi korban kebrutalan mereka.  Matanya luka lebam dipukul gerombolan itu. Namun ia bersyukur, nyawanya masih selamat.

“Gerombolan itu membawa tongkat dan batu ke dalam masjid. Di luar, ada pula yang bersenjata api. Kami seketika menghentikan sembahyang dan menyelamatkan diri,” lontarnya. 

Saking brutalnya, seorang Imam di masjid juga langsung mereka hajar. Bahkan seorang muazin tewas akibat kebrutalan mereka. 

Baca Juga: Kapok dengan Virus Corona, Pemerintah di Daerah Ini Larang Masyarakatnya Konsumsi Kucing

Selama menyerang, gerombolan itu meneriakkan Jai Shri Ram yang berarti Hidup Dewa Rama. Di menara masjid, mereka pun menaikkan bendera berwarna saffron, yang terkait dengan lambang kelompok sayap kanan Hindu di India. 

Kejadian itu merupakan buntut dari undang-undang kewarganegaraan yang kontroversial. Undang-undang ini dinilai diskriminatif setelah menyatakan pemerintah menjamin kewarganegaraan bagi kaum-kaum minoritas, kecuali Muslim. Pendukung utama aturan ini adalah Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP). ***
 



Sumber : http://riau24.com/berita/baca/1582797863Korban-Tewas-Akibat-Rusuh-di-India-Bertambah-Jadi-35-Orang-Begini-Kisah-Muslim-yang-Jadi-Korban-Rusuh-

Ekstrak Uncaria - Herbal Dari Ekstrak Daun Gambir Pilihan

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...