Kenali dan pahami si anak ‘gifted’ nan istimewa

Share

    Yulia terkejut. Gian, putranya, baru saja dua bulan lalu menginjak usia tiga tahun. Namun, pembawaannya berbeda dengan anak-anak sebayanya. Gian lebih suka berbincang dengan orang dewasa. Penguasaan kosa katanya pun jauh lebih luas dan mampu menyerap kata-kata baru yang sulit dengan cepat. Tanpa Yulia ajari, Gian sekarang bisa mengeja abjad. Yulia dan Ronny, suaminya semacam menghadapi dilema. Di satu sisi, mereka bangga akan kepandaian Gian. Namun, terselip pula kecemasan, bisakah mereka memberikan ‘fasilitas’ yang tepat untuk Gian agar dapat belajar dan berkembang sesuai potensinya?

    Gian secara kasat mata, memiliki beberapa ciri anak gifted. Ciri-ciri lainnya yang biasa ditemukan adalah :

      Daya ingat superior

      Kepekaan lebih tinggi, bahkan sejak bayi

      Pembelajar cepat

      Mampu merangkai kalimat terstruktur dan kompleks untuk anak seusianya

      Menikmati kegiatan problem solving, seperti puzzle, teka-teki, dan matematika

      Pola pikir abstrak, logis, dan mendalam

      Memiliki prinsip idealisme dan keadilan sejak usia dini

      Cenderung menjadi pemikir dan daydreamer

      Mampu menguasai kemampuan dasar tanpa atau dengan sedikit bimbingan

      Minat yang sangat luas, atau hanya fokus pada satu bidang secara ekstrem

      Rasa ingin tahu sangat tinggi

      Selera humor yang khas (bahkan bisa mengenali humor pada usia dini)

      Daya imajinasi yang signifikan dan sangat luas cakupannya

      Mengajukan pertanyaan-pertanyaan tak umum

      Gemar melakukan eksperimen untuk membuktikan pemikirannya

    Tanda-tanda anak gifted ini sudah dapat Anda temukan sejak ia batita, bahkan bayi. Bisa dilihat, penguasaan kemampuan verbal menjadi salah satu tolok ukur yang mudah diamati pada batita Anda. Pemeriksaan anak gifted dapat dilakukan dengan mendatangi psikolog anak. Indikator yang digunakan umumnya mengacu pada nilai kecerdasan intelektual (IQ). Anak-anak gifted seringkali memiliki nilai IQ sangat superior, di atas 140. Namun, nilai IQ tinggi tidak serta merta menjadikan anak gifted pasti akan berprestasi tinggi di sekolah.

    Advertisement

    Terdapat pula kasus-kasus yang menunjukkan anak gifted malah kesulitan beradaptasi dengan pendidikan formal. Problem utama terjadi akibat identifikasi yang tidak tepat sehingga anak mendapatkan penanganan yang justru malah menghambat potensinya.

    Beberapa anak gifted menemui masalah yang serius dalam sosialisasi. Keunikan yang mereka miliki ternyata dipandang sebagai sebuah keanehan oleh lingkungan sekitarnya dan membuatnya terkucil. Tak jarang, anak gifted malah dicela, diolok-olok, dan mengalami perundungan (bullying). Beberapa sistem konvensional pun membuat si anak gifted menjadi enggan menunjukkan kemampuannya, karena takut menghadapi respons yang tak menyenangkan. Misalnya dianggap sok tahu, sombong, angkuh, dan tidak tenggang rasa.

    Apabila anak Anda resmi termasuk ke dalam anak gifted, inilah yang sebaiknya Anda lakukan:

      Tetap berikan batasan siapa yang berlaku sebagai ‘anak’ dan ‘orang tua’ melalui aturan yang jelas serta diterapkan secara konsisten.

      Berikan kesempatan anak untuk memilih minat yang akan ia tekuni. Namun, bimbing pula dengan mengarahkan kepada kegiatan spesifik guna menghindari beban yang terlalu banyak.

      Sediakan tantangan bagi anak, sehingga ia tidak selalu ‘merasa di atas’ dan menggampangkan apa yang ia hadapi dalam hidup. Seperti kutipan di film Spider-Man:“Di balik kekuatan besar, tersimpan tanggung jawab besar pula.”

      Berikan penghargaan sewajarnya secara tulus kepada anak. Jangan ragu pula memberikan kritik membangun yang disampaikan dengan santun.

      Teruslah menyemangati dan memberikan motivasi kepada anak. Tekankan bahwa ‘menjadi istimewa bukanlah hal yang aneh’. Anggap saja, keistimewaan ini adalah sebuah berkah dan misi tersembunyi yang dianugerahi Tuhan kepada dirinya.

      Hindari keinginan untuk berkompetisi berlebihan atau tidak sehat. Carilah tujuan besar yang lebih penting sebagai sasaran utama setiap tindakan dan usaha.

      Apabila lingkungan pendidikan formal dirasa terlalu membebani dan mengekang anak, Anda dapat mengatur untuk memberikan anak fasilitas-fasilitas pembelajaran lain yang lebih ‘luwes’. Misalnya, menerapkan semi home-schooling, anak memiliki waktu belajar di luar sekolah beberapa hari berselang-seling dengan hari sekolah. Memasukkan anak ke dalam kelompok belajar luar ruangan juga bisa menjadi alternatif.

      Ajarkan anak untuk membuat prioritas, jadwal, dan rencana secara komprehensif. Anak gifted yang memiliki kemampuan pengelolaan diri, waktu, emosi, dan potensi sejak dini, akan mampu beradaptasi lebih mudah dengan lingkungan.

    Advertisement

    Memiliki anak gifted perlu diimbangi dengan gaya pengasuhan terbuka. Anda dan pasangan perlu senantiasa menambah wawasan, ilmu, serta mengenali betul apa kebutuhan anak sesuai dengan dinamika lingkungan yang dihadapinya. Ini tentu saja berbeda dengan menjadi orang tua protektif. Di sini kunci utama pengasuhan anak gifted,terletak pada pemberian kesempatan yang adil dan sesuai dengan anugerah yang dimilikinya. Rutinlah berdiskusi dengan psikolog dan ahli pendidikan yang kompeten, untuk melengkapi referensi Anda dalam mengasuh anak gifted.

Sumber : https://keluarga.com/6184/kenali-dan-pahami-si-anak-gifted-nan-istimewa


Share

Baca Juga