Heboh, Antartika Dilanda Banjir Darah, Begini Penampakannya


RIAU24.COM –  Perairan Antartika tiba-tiba dilanda banjir darah. Akibatnya, kawasan itu berubah menjadi merah di mana-mana. Tapi jangan salah. Yang dimaksud di sini tentu saja bukan darah sebenarnya. Perairan di kawasan itu memang berubah menjadi merah, namun akibat sejenis ganggang dengan pigmen merah bernama Chlamydomonas nivalis mikroskopis yang menyebar di salju. 

Meski penyebabnya diketahui secara ilmiah, namun fenomena alam ini tetap saja membuat ilmuwan Ukraina yang memiliki stasiu riset di kawasan itu, menjadi terkejut. Banjir darah di Antartika kemudian diposting oleh Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Ukraina.

Baca Juga: Warga California Ini Terinfeksi Corona Meski Tak Pernah Keluar AS, Kok Bisa?

Dilansir viva yang merangkum euronews, Kamis 27 Februari 2020, pada saat musim dingin, ganggang tersebut dalam keadaan tidak aktif. Namun ketika masuk musim panas, mereka mengembang dan menyebarkan spora berwarna merah. 

Para ilmuwan kemudian menjuluki fenomena itu dengan salju raspberry. Namun, terlepas dari faktor cuaca, ilmuwan Ukraina mengatakan bahwa penyebaran ganggang ini akibat perubahan iklim.

“Saat musim dingin melanda Antartika, ganggang ini mampu bertahan hidup meski mereka tidak aktif. Barulah ketika temperatur lebih hangat mereka muncul dan berubah jadi merah. Musim panas di sini antara bulan Oktober sampai Februari,” demikian keterangan dari Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Ukraina.

Baca Juga: Pertama Dalam Sejarah, Arab Saudi Larang Lakukan Ziarah Haji Tahunan Karena Hal Ini

Sebenarnya, fenomena yang ditunjukkan ganggang tersebut, kurang baik bagi salju. Apalagi jika ganggang terus berkembang. Karena, akibat warna merah yang dihasilkan dari ganggang itu menyebabkan salju memantulkan lebih sedikit sinar Matahari sehingga mencair lebih cepat.

Untuk diketahui, Antartika baru saja mengalami 9 hari gelombang panas pada bulan ini dan mencatat rekor temperatur tertinggi, yaitu 18,3 derajat celcius di stasiun riset milik Argentina, Esperanza. Fenomena ini juga secara teratur diamati di Kutub Utara, Pegunungan Alpen, dan daerah pegunungan lainnya.

Menurut Organisasi Meteorologi Dunia PBB, Semenanjung Antartika, yang didefinisikan sebagai ujung barat laut dekat Amerika Selatan, merupakan salah satu daerah pemanasan tercepat di Bumi. Pada kawasan ini, suhu naik hampir 3 derajat celcius dan sudah berlangsung sejak 50 tahun terakhir. ***



Sumber : http://riau24.com/berita/baca/1582795895Heboh-Antartika-Dilanda-Banjir-Darah-Begini-Penampakannya-

Ekstrak Uncaria - Herbal Dari Ekstrak Daun Gambir Pilihan

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...