Gubernur Ungkap Alasan Pemilihan Tagline Transformasi di HUT Riau

Share



PEKANBARU (CAKAPLAH) – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Riau tahun 2018, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengangkat Tagline “Riau Bertransformasi Menuju Kemakmuran” dengan “Pendayagunaan Sumber Daya Perairan Untuk Kemakmuran”.

Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman kepada CAKAPLAH.com menceritakan secara panjang alasan pemilihan tagline dan tema di HUT ke-61 Riau tahun 2018.

“Kenapa kita memilih tagline dan tema yang ada hubungannya dengan transformasi. Ini ada hubungannya dengan tegline itu menyambung dengan tagline sebelumnya,”

Menurutnya pengalaman tiga tagline tahun-tahun sebelum-sebelumnya tidak ada kata kunci lain untuk menuju Riau lebih baik dan menuju kemakmuran, kecuali transformasi.

Lebih lanjut diceritakannya, seperti tahun 2015, Pemprov Riau mengangkat Tagline Riau The Homeland of Melayu dengan tema Pariwisata Berbasis Budaya.

“Ini transformasi kita di bidang ekonomi. Yang dulu kita tergantung dengan migas, dan perkebunan. Namun di tahun 2015 ekonomi dunia sedang terganggu yang berdampak kepada kita Provinsi Riau, khususnya turunnya CPO dan fluktuasinya komoditi perkebunan,” katanya.

Waktu itu, sebut pria yang akrab disapa Andi Rachman ini, Riau merasakan dampak ekonomi secara global, makanya Pemprov Riau cepat melakukan transformasi ke sektor pariwisata.

“Riau ini cukup cocok dengan pariwisata berbasis budaya, dengan empat sungai besar yang ada (Kampar, Rokan, Siak, dan Indragiri). Makanya kita pilih pariwisata basis budaya,” ujarnya.

Apalagi menurutnya langkah tersebut sejalan juga dengan visi misi 2020 tentang sektor kebudayaan Melayu, karena tegline dan tema ini ada hubungannya dengan tujuan awal.

“Jadi dengan transformasi ini kita mendapatkan energi. Alhamdulillah perkembangan pariwisata cukup meningkat, kabupaten/kota tidak ada yang tak bicara tentang pariwisata. Dan kita pun di dalam RPJMD, sektor pariwisata sudah menjadi sektor prioritas. Termasuk kabupaten/kota,” bebernya.

Transformasi itu dinilai sudah tepat,  karena Presiden Joko Widodo menekankan bahwa daerah harus mengangkat sektor pariwisata ini menjadi salah satu penghasil devisa terbesar tahun 2019.

“Makanya sejalan dengan itu kita sudah mulai, dan paralel dengan kebijakan pemerintah pusat. Itu di 2015,” ujarnya lagi

Kemudian di 2016, Pemprov Riau ingin mentransformasi menuju tranparansi dan akuntabel, dan untuk mencapai efesien didalam modernisasi, yang sesuatunya tidak bisa bekerja secara manual.

“Karena itu saat HUT Riau ke-59 tahun 2016 kita mengambil Tagline “Riau Go IT”. Sedangkan temanya kita tingkatkan kinerja pemda terhadap pelayanan publik melalui penerapan sistem pemerintahan berbasis teknologi,” urainya.

Dengan tagline ini, lanjut Andi Rachman, Pemprov Riau pun semangat untuk menuju modernisasi di dalam penyelenggaraan pemerintahan, yaitu dengan maksimalkan penggunaan Infomasi Teknologi (IT) sesuai dengan perkembangan zaman.

“Alhamdulillah kita sudah rasakan sekarang, begitu juga masyarakat bagaimana adanya keterbukaan dan akuntabel di Pemprov Riau. Karena segala sesuatunya bisa diakses di webside, dan di dalam perencanaan keuangan pun sudah terintegrasi, begitu juga perizinan, kesehatan, pendidikan dan OPD yang lain,” bebernya lagi.

“Kita pun dalam mempromosikan daerah sektor pariwisata pun menggunakan IT, begitu juga kebudayaan dan lainnya. Jadi tagline Riau Go IT juga menjadi energi di tahun itu,” sambungnya.

Selanjutnya tahun 2017, tambah Gubernur, mengangkat Riau Berintegritas dengan tema Menghulu Budaya Melayu, Menggilir Riau Berintegritas.

“Kita merasakan di dalam kita perlu merealisasikan rencana aksi Korsbugah yang setiap tahun kita tandatangani, bagaimana kita melaksanakan reformasi birokrasi yaitu di delapan area perubahan termasuk didalamnya reformasi mental. Karena energi sudah ada, dan kita sudah mulai bertransformasi dengan mulai bagaimana mendudukkan pejabat itu diposisinya menggunakan asessment dan wawancara,” ujarnya.

Menurutnya langkah Pemprov Riau mendapat apresiasi dari pusat. Namun tak berpuas diri, Pemprov terus masuk lebih dalam lagi yaitu masalah integritas. Langkah konkrit kemudian dibarengi dengan mempersiapkan satu eselon III yang mengurusi masalah integritas di OPD BPSDM Riau.

“Kita juga menuju persiapan masalah regulasi, dan adanya ASN atau pejabat kita yang tertarik dengan tema-tema integritas dalam menempuh pendidikan dan diklat-diklat mereka memakai integritas sebagai pilihan dari tulisan-tulisan yang mereka buat,” ungkapnya.

Masalah integritas ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, yang selalu mengingatkan ASN bagaimana pentingnya integritas.

“Terakhir saat pelantikan IPDN di Jatinangor pak Presiden juga mengingatkan bahwa integritas sangat penting dalam kehidupan kita ini. Apalagi ASN di dalam melaksanakan roda pemerintahan perlu integritas. Dan 2017 tagline kita sudah itu, tentu kita paralel lagi dengan program pusat,” sebutnya.

“Jadi Riau Berintegritas ini tujuannya bagaimana kita mendukung rencana aksi yang sudah kita tanda tangani setiap tahunnya dalam menuju pemerintahan yang baik, kehidupan masyarakat yang baik di Provinsi Riau,” cetusnya.

Tagline dan tema itu juga dianggap sangat cocok untuk masyarakat Melayu dan Riau umumnya, untuk mendalami masalah kebudayaan melayu seperti tunjuk ajar, isi-isi pantun, dan tulisan yang ada di kebudayaan Melayu.

“Itu semua mengajak kita untuk berintegritas. Jadi ini cocok lagi di dalam kita menyelesaikan visi misi Riau 2020 tentang kebudayaan Melayu. Kita lihat 2015 kita transformasi di bidang ekonomi, 2016 kita bertransformasi di bidang informasi teknologi, 2017 kita bertransformasi di dalam reformasi birokrasi dan mental. Sekarang tinggal bagaimana kita melanjutkan transportasi di sektor apa tergantung kita semua,”.

Karena itu, tahun 2018 Pemprov Riau fokus untuk kembangkan sumber daya perairan baik laut dan sungai. Sehingga sektor perairan bisa menjadi potensi ekonomi dan menciptakan lapangan kerja bagi Riau kedepan.

“Karena kalau kita lihat dari capaian makro, yang sudah ditentukan di RPJMD Riau target-target indikator ini sebagian besar sudah kita capai. Dan ini perlu kita perkuat dan percepat lagi target-target lainnya, supaya kita bisa menuju kemakmuran seperti tagline yang kita angkat di HUT Riau ke 61 ini,” tutupnya.


Sumber : https://www.cakaplah.com/berita/baca/2018/08/09/gubernur-ungkap-alasan-pemilihan-tagline-transformasi-di-hut-riau/


Share

Baca Juga