Duta Besarnya Tewas Ditembak Pasukan Pemberontak Secara Brutal, Presiden Ini Murka


RIAU24.COM –  Duta Besar Italia untuk Republik Demokratik Kongo (RDK), Luca Attanasio tewas dalam sebuah serangan yang dilakukan oleh sekelompok orang besenjata yang menyergap iring-iringan kendaraan yang membawanya pada Senin (22/2) pagi waktu setempat.

Penyergapan itu terjadi saat konvoi tersebut melakukan perjalanan dari Goma, ibu kota wilayah timur Kongo, untuk mengunjungi proyek sekolah Program Pangan Dunia (WFP) di Rutshuru, kata badan PBB itu dalam sebuah pernyataan.

Selain Attanasio, seorang polisi Italia, dan sopir berkewarganegaraan Kongo juga dinyatakan tewas dalam penyergapan terhadap konvoi Perserikatan Bangsa-Bangsa di DRC timur tersebut.

Baca Juga: Demi Hapuskan COVID-19, Mantan Model Playboy Ini Banting Stir Jadi Tenaga Medis

Sebuah pernyataan kekecewaan dan kesedihan mendalam datang Menteri Luar Negeri Italia, Luigi Di Maio, yang di saat kejadian dia tengah menghadiri pertemuan Dewan Urusan Luar Negeri di Brussel.

“Keadaan serangan brutal ini belum diketahui dan tidak ada upaya yang akan dilakukan untuk menjelaskan apa yang terjadi,” kata Di Maio, memberikan penghormatan kepada para korban, seperti dikutip dari Al-Jazeera, Senin (22/2).

Presiden Italia, Sergio Mattarella juga mengutuk serangan tersebut dan mengatakan itu sebagai sebuah ‘serangan pengecut’.

“Republik Italia sedang berduka atas para pelayan negara yang kehilangan nyawa mereka,” kata Mattarella dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Al-Jazeera, Senin (22/2).

Baca Juga: Demi Hapuskan COVID-19, Mantan Model Playboy Ini Banting Stir Jadi Tenaga Medis

Gubernur Kivu Utara, Carly Nzanzu mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pasukan keamanan lokal tidak diberi tahu tentang kehadiran delegasi di daerah tersebut. 

Pemberontak menghentikan konvoi WFP dengan peluru, sebelum menjatuhkan penumpang termasuk duta besar. Menurut korban selamat, pemberontak menginginkan uang dari duta besar,” kata Nzanzu kepada Al Jazeera.

Nzanzu mengatakan Attanasio terkena peluru yang ditembakkan oleh para penyerang selama baku tembak antara pemberontak dan penjaga taman Virunga yang didukung oleh angkatan bersenjata RDK yang disiagakan untuk serangan itu.

Gubernur mengatakan konvoi yang beranggotakan tujuh orang itu tidak dikawal oleh aparat keamanan saat insiden itu terjadi.

Attanasio (43), mewakili Italia di Kinshasa sejak 2017. Dia bergabung dengan layanan diplomatik pada 2003 dan sebelumnya bertugas di Swiss, Maroko, dan Nigeria.***



Sumber : https://www.riau24.com/berita/baca/1614041420-duta-besarnya-tewas-ditembak-pasukan-pemberontak-secara-brutal-presiden-ini-murka
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...