Dukung Tapping Box, Setiap Transaksi Harus Ada Struk dan Bill


BENGKALIS–Untuk mendukung keberadaan alat perekam data usaha (cash register) alias tapping box yang dipasang pada 112 tempat usaha di empat kecamatan, konsumen khususnya aparatur pemerintah diimbau agar minta bill atau struk yang ditertera pengenaan pajak 10 persen.

Penegasan tersebut disampaikan kepada seluruh aparatur Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui surat nomor 970/PD-SEK/270/2020 ditandatangani Plh Bupati Bengkalis, Bustami HY.

“Untuk mengoptimalkan keberadaan alat perekam itu, kami mengimbau kepada aparatur Pemkab Bengkalis, baik itu pegawai negeri maupun honorer, agar setiap transaksi meminta pada kasir, struk dan bill pembayaran yang tertera 10 persen,” ungkap Plh Bupati Bengkalis H Bustami HY, Senin (14/9/2020).

Sebagaimana diketahui, sejak Januari 2020 lalu, Bapenda Bengkalis telah memasang alat perekam data usaha (cash register) alias tapping box pada 112 tempat usaha yang berada di Kecamatan Bengkalis, Bukit Batu, Mandau dan Bathin Solapan.

Secara rinci, di Kecamatan Bengkalis alat perekam dipasang 58 tempat usaha, Kecamatan Bukit Batu dipasang 4 tempat usaha dan Kecamatan Mandau–Bathin Solapan dipasang pada 50 tempat usaha. Jenis tempat usaha yang dipasang meliputi rumah makan, kedai minuman, kantin, warung, kafetaria hotel, restoran dan hiburan.

Kehadiran alat perekam ini bertujuan untuk memonitor setiap transaksi dari konsumen selaku wajib pajak, sehingga bisa mengetahui prediksi penerimaan pajak. Untuk itu, konsumen diingatkan setiap bertransaksi agar minta bill atau struk pembayaran yang dikenai 10 persen. ***


Sumber : https://www.goriau.com/berita/baca/dukung-tapping-box-setiap-transaksi-harus-ada-struk-dan-bill.html
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...