Demokrat Perpanjang Waktu Achmad, Firdaus Telikung Syamsuar Rebut PAN

Share

Akhir November kemarin, seharusnya sudah menjadi hari penentuan bagi partai Demokrat. Sebagaimana disampaikan ketua Demokrat Riau, Asri Auzar, bahwa Majelis Tinggi DPP PD telah memberikan waktu 4 hari bagi Achmad untuk mencari partai koalisi dan pasangan sebagai balon Wakil Gubernur Riau. Waktu telah berlalu, bulan telah bergulir dan sampai saat ini belum ada keputusan. Apakah tetap akan mengusung Achmad, atau berubah kepada skenario lainnya.

Di batas waktu yang ditentukan, setelah 4 hari tersebut, Sekretaris DPD Demokrat Riau, Edy M Yatim mengatakan bahwa DPP masih menangguhkan penetapan bakal calon dari PD pada Pilkada Gubernur mendatang. Sebelumnya sempat beredar kabar, pilihan DPP memberi kesempatan kepada Achmad karena sebagai kader internal dalam posisi sebagai calon Gubernur, ia paling berpeluang menang. Ini didapatkan dari hasil survey oleh beberapa lembaga yang berbeda. Hal ini, menjadi penghambat skenario yang diinginkan oleh pengurus DPD Demokrat Riau saat , yang mendorong Asri Auzar pada posisi Wakil Gubernur mendampingi Lukman Edy dari PKB.

Bagaimana pun, partai politik menginginkan agar kadernya sendiri yang mereka usung. Dan tentu mengutamakan posisi paling strategis, sebagai Gubernur bukan hanya wakil. Pertimbangan seperti ini, bisa jadi yang menyebabkan seorang SBY harus menunda keputusannya.
Hari ini, ada perkembangan yang menarik dari Partai Amanat Nasional (PAN). Setelah sebulan sebelumnya memberikan rekomendasi kepada Bupati Siak, Syamsuar sebagai bakal calon Gubernur Riau, hari ini beredar surat rekomendasi dari DPP PAN yang juga memberikan rekomendasi kepada Walikota Pekanbaru, Firdaus. Surat rekomendasi tersebut ditandatangani oleh Tim Pemenangan Pilkada Pusat DPP PAN, Yandri Susanto pada tanggal 1 November 2017. Pihaknya juga mengaku sudah menyerahkan surat tersebut kepada Firdaus pada tanggal 30 November 2017.

Rekomendasi PAN kepada Syamsuar sebelumnya memang bersyarat. Yaitu ditugaskannya Syamsuar untuk mencari partai koalisi dan pasangan calon wakil gubernurnya. Sebulan telah berlalu, Syamsuar sepertinya kesulitan mendapatkan perahu pelengkap. Karena dia telah mengunci wakilnya adalah Edi Natar Nasution, danrem 031/wirabima, sehingga parpol lainnya tidak bisa menyorong kadernya. Kejadian ini, sebenarnya tidak mengherankan karena pernah kita tulis di #tajukbarometer dengan judul surat-surat berhantu.

Topik ini menjadi menarik, karena yang diam-diam mendesak ke DPP PAN untuk menyalip Syamsuar adalah Firdaus, kader Partai Demokrat yang sekaligus Walikota Pekanbaru. Hubungan keduanya sebagai sesama kepala daerah nampak harmonis, tapi inilah politik yang perlu kebesaran jiwa. Memang ini belum final, Sekretaris PAN Riau, Zulmizan mengatakan rekomendasi kepada Firdaus tidak serta merta membatalkan rekomendasi kepada Syamsuar. Kedua kandidat ini diminta beradu cepat.

Ketika Firdaus sudah memegang rekomendasi dari PAN, sementara dia adalah kader Demokrat, maka pasti akan mempengaruhi peta di Partai Demokrat. Peluang Achmad maupun Asri Auzar menjadi terganggu lagi. Jika kita kembali kepada Musda Demokrat yang lalu, dimana posisi Firdaus berseberangan dengan Asri Auzar dan Achmad. Bahkan satu-satunya DPC yang tidak mendukung terpilihnya Asri Auzar adalah DPC PD Pekanbaru dibawah Firdaus.

Akankah Asri Auzar menyerah kepada Firdaus? Atau menguatkan posisi Achmad di DPP Demokrat. Waktu semakin sempit, pilihan-pilihan semakin sulit.


Share

Baca Juga