Corona Datang, Warga Italia Terpaksa Hindari Tradisi Cium Pipi


Suara.com – Virus Corona yang mulanya berasal dari China dengan cepat menyebar hingga ke belahan dunia yang lain, termasuk Italia. Di negara yang terkenal dengan pizza ini, warganya mempunyai cara unik untuk mencegah penularannya.

Melansir Daily Star, para pakar di Italia tak menyarankan warganya untuk saling menyapa dengan cium pipi, layaknya hal yang sudah jadi tradisi bertahun-tahun bagi mereka.

“Orang-orang dalam sejumlah grup sudah mulai menyarankan agar kita tidak saling memberi cium pipi ketika bertemu atau berpisah dengan seseorang,” kata Giorgia Nigri, seorang ekonomis dari Roma, Italia.

Ahli penyakit menular dari University of Minnesota, Michael Osterholm, mengungkapkan hal yang sama. Ia berkata, menghindari cium pipi bisa menekan penularan virus corona yang kini resmi bernama Covid-19.

“Itu adalah salah satu dari beberapa cara yang kamu bisa lakukan sendiri untuk memperkecil risiko,” ujarnya.

Ilustrasi virus corona. (Antara)

Di italia sendiri, menyapa kerabat dengan cium pipi memang sudah menjadi tradisi. Hal ini juga dilakukan di negara-negara Eropa lainnya. Tak heran jika mereka khawatir virusnya menyebar dengan cepat melalui budaya ini.

Merangkum data dari WHO, hingga saat ini sekitar 80 ribu kasus virus corona telah menghantui 34 negara di dunia.

Sementara itu, 12 orang dinyatakan meninggal dunia di Italia karena terkena penyakit yang ditularkan dari virus corona Covid-19. Kebanyakan dari mereka tertular melalui batuk dan bersin.

Ilustrasi virus corona (coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus corona (coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)

Sebelumnya, Italia juga sudah melakukan beberapa cara untuk mencegah virus corona menyebar di negaranya, termasuk melarang sebagian orang Asia Timur masuk ke negara ini.


Sumber : https://www.suara.com/lifestyle/2020/02/27/172602/corona-datang-warga-italia-terpaksa-hindari-tradisi-cium-pipi

Ekstrak Uncaria - Herbal Dari Ekstrak Daun Gambir Pilihan

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...