Cerita Petani Enau di Indragiri Hulu


(CAKAPLAH) – Tak jauh dari Sungai Indragiri, Ruslan (47) menerobos belukar. Sebuah parang bersarung kayu terlilit di pinggang. Tangan kanannya menenteng jerigen bekas oli berwarna merah. Di depan sebuah pohon dengan renteng buah hijau menjuntai, Ruslan berhenti.

Dia bergegas menapakkan kakinya ke bilah bambu berukuran lengan orang dewasa yang berfungsi sebagai pijakan untuk memanjat.

Sekelebat, Ruslan sudah berada di atas batang Enau miliknya.

Tak lama Ruslan berada di atas. Tangannya cekatan membersihkan tandan bunga Enau dengan parangnya yang tajam.

Sore itu, Ruslan tengah menyadap Enau atau Aren. Begitu rutinitas hariannya.

Pagi dan sore dia mengambil air Nira yang sudah ditampung dalam jerigen. Sore ditampung untuk diambil keesokan paginya. Sementara penampungan pagi diambil pada sore hari.

Supaya tidak terlalu asam, saat menyadap, Nira dicampurkan dengan kulit pohon Resak yang dibelinya dari Rengat.

Sore itu, cuma 1 liter Nira segar yang berhasil dibawa pulang oleh Ruslan. Sementara pada panen paginya, Ruslan mendapatkan 2 liter Nira.

“Hasilnya tak banyak. Sebab cuma punya beberapa batang. (Pohon-pohon yang lain) Mayangnya belum keluar, sehingga belum bisa dipanen,” Ruslan menjelaskan.

Ruslan merupakan salah satu petani Aren di Desa Pasir Keranji, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu.

Di antara kepungan kebun sawit, Ruslan masih memiliki beberapa batang pohon Aren untuk dipanen dan dijual ke pasar.

Setiba di rumah, air Nira yang baru dipanen langsung dimasak di atas tungku kayu.

Air Nira itu dipanaskan berjam-jam. Biasanya dari pagi hingga siang hari. Proses pemanasan perlahan membuat air Nira yang bening berubah menjadi karamel dengan warna kecoklatan.

Dalam proses pemasakan itu, Ruslan mengatur besar kecilnya api.

Nira yang sudah menjadi enau kemudian dimasukkan ke dalam cetakan dari bambu. Didiamkan. Lalu, dibungkus daun pisang yang sudah kering. Dijual dengan harga Rp 7 ribu per bungkus.

Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com


Sumber : https://www.cakaplah.com/berita/baca/2020/02/22/cerita-petani-enau-di-indragiri-hulu/

Ekstrak Uncaria - Herbal Dari Ekstrak Daun Gambir Pilihan

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...