займ на карту онлайн

Bupati Tanah Datar Nangis di Pekanbaru, Ada Apa?


PEKANBARU – Bupati Tanah Datar, Eka Putra meneteskan air matanya di hadapan perantau asal Lintau Buo IX Koto yang ada di Pekanbaru. Selain menangis, dia mengucapkan kata ‘terimakasih’ berulang-ulang.

“Dulu terakhir saya kesini sebagai Calon Bupati, saya masih ingat bagaimana ikhtiar bapak ibu untuk saya, bapak ibu ‘pulang kampuang basamo’, kita ke Puncak Pato, keliling Lintau sambil membunyikan sirine, dan bersorak mengajak masyarakat Lintau memilih Eka-Richi. Alhamdulillah, doa dan usaha bapak ibu ijabah oleh Allah. Terimakasih,” kata Eka dengan air mata yang terus menetes, Selasa (6/4/2021).

Hal tersebut disampaikan Eka saat memberikan kata sambutan dalam acara silaturahmi Bupati Tanah Datar dengan perantau asal Lintau IX Koto Buo yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Lintau Buo IX (IKLB) Kota Pekanbaru, Senin malam (5/4/2021).

Masih dengan mata yang merah dan berair, Eka menegaskan bahwa dia tidak akan mengecewakan perjuangan warga Lintau yang sudah berjuang penuh untuk memenangkan dia di Pilkada Tanah Datar 2020 silam.

“Tolong ambo diagiah (dikasih) masukan, saran, dan nasehat. Ambo sumangek (semangat) pulang kampuang karena tergerak mambangun kampung. Kita sama-sama orang rantau,” ujar Eka.

Lebih jauh, Eka sedikit menceritakan bagaimana kondisi Tanah Datar saat ini, dimana terjadi defisit anggaran, dan ditambah dengan bencana puting beliung yang melanda sejumlah kampung beberapa hari yang lalu.

Pun begitu, Eka memastikan dirinya akan tetap berjuang bagaimana membangun Tanah Datar, dan melanjutkan perjuangan bupati-bupati sebelumnya. Tentunya dia sangat mengharapkan doa dan dukungan dari dunsanak yang ada di rantau.

“Kami berikhtiar sekeras mungkin, insyaallah Sekda sampai jajaran terbawah punya semangat membangun Tanah Datar lebih baik. Walaupun di tengah pandemi, tapi kami tetap saling merangkul, bahu membahu membangun Tanah Datar,” tuturnya.

Eka menjelaskan, dia sengaja datang lebih cepat ke Pekanbaru karena selain bersilaturahmi, dia juga ingin mengucapkan mohon maaf lahir dan batin mengingat bulan suci ramadhan yang tinggal hitungan hari.

“Maafkan ambo kalau ada kekhilafan, dan imbauan ambo, kok ado soki balobiah, pikiien dunsanak nan di Lintau, bagi soki e stek. (kalau ada rezeki berlebih, pikirkan saudara kita di Lintau, bagi rezekinya sedikit). Kampung kita tidak seperti Pekanbaru yang maju dan ada mal dan lainnya. Tapi Alhamdulillah kampung kita punya alam yang sangat sangat indah, bawa anak dan dunsanak kita berkeliling kampung kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua IKLB IX Koto Pekanbaru, Parisman Ihwan mengucapkan terimakasih atas kesediaan Bupati Tanah Datar yang meluangkan waktunya untuk datang menjumpai saudara di perantauan.

“Saya berharap, beliau bisa memberi banyak pembangunan ke Lintau, dan saya yakin beliau mampu me-lobby pemerintah pusat untuk membawa kue pembangunan. Saya pahamlah track record beliau ini,” katanya.

Adapun acara ini dihadiri, Rektor UIR, Prof Dr Syafrinaldi, Ketua IKLB IX Provinsi Riau, Markarius Anwar dan Ketua Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kota Pekanbaru, Taufik Arrakhman beserta keluarga besar perantau Lintau di Pekanbaru. ***


Sumber : https://www.goriau.com/berita/baca/bupati-tanah-datar-nangis-di-pekanbaru-ada-apa.html
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...