Bocah Thailand Ini Meninggal Setelah Dipaksa Melakukan 100 Lompatan Jongkok Karena Tidak Melakukan Pekerjaan Rumah


RIAU24.COM –  Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun dari Thailand meninggal setelah gurunya memaksanya melakukan 100 lompat jongkok sebagai hukuman karena tidak mengerjakan PR. Menurut The Nation, bocah tak dikenal itu jatuh sakit pada 31 Agustus dan dilarikan ke rumah sakit pada 2 September. Keesokan harinya, dia kembali ke sekolah.

Karena dia berada di rumah sakit dan tidak dapat menyelesaikan pekerjaan rumahnya, gurunya bersikeras bahwa dia harus dihukum meskipun dia memiliki alasan yang kuat untuk tidak dapat mengerjakan tugasnya. Guru kemudian memaksanya melakukan 100 lompatan jongkok.

Baca Juga: Wabah Virus Corona Menyerang 19 Orang di Kandang Sumo di Jepang

Pada tanggal 4 September, anak laki-laki itu jatuh sakit lagi dan pergi tidur lebih awal, namun, dia tidak bangun keesokan harinya. Dokter mengatakan bahwa bocah itu meninggal dalam tidurnya sekitar pukul 3 pagi karena kerusakan jantung. Masih belum pasti apa kondisi bocah itu atau penyakit apa yang dideritanya sebelum kembali ke sekolah.

Setelah kejadian tragis tersebut, pihak sekolah rupanya menghubungi keluarga bocah tersebut, meminta maaf atas apa yang terjadi dan bertanggung jawab penuh atas kematiannya. Namun, belum ada pengumuman tentang investigasi apa pun terkait tindakan guru tersebut.



Sumber : https://www.riau24.com/berita/baca/1599724231-bocah-thailand-ini-meninggal-setelah-dipaksa-melakukan-100-lompatan-jongkok-karena-tidak-melakukan-pekerjaan-rumah
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...