займ на карту онлайн

Beredar Video ISIS Eksekusi Orang Kristen Koptik Karena Perangi Terorisme


RIAU24.COM –  Mesir Video kelompok teror Mesir yang berkaitan dengan ISIS mengeksekusi satu orang Kristen Koptik sedang tersebar di dunia maya.

Kementerian Dalam Negeri Mesir mengungkapkan pada Senin (19/4) bahwa mereka telah menewaskan tiga tersangka dalam pembunuhan tersebut.
Baca Juga: Kisah Seorang Pria yang Memberikan Air Minum Untuk Seekor Monyet Dari Botol Airnya Sendiri, Jadi Bukti Jika Kebaikan Masih Ada di Dunia
Video berdurasi 13 menit, dirilis Sabtu malam, menunjukkan Nabil Habashi Salama yang berusia 62 tahun ditembak di bagian belakang kepala dengan AK-47.

Nabil Habashi Salama merupakan salah satu orang yang berpengaruh dalam membangun satu-satunya gereja Koptik di daerah itu. Gereja Ortodoks Koptik mewakili antara 10 dan 15 persen dari 100 juta orang Mesir.

Umat ​​Kristen, bersama dengan pasukan keamanan Mesir, telah menjadi target utama serangan ISIS.

Baca Juga: Ribuan Pekerja Migran Menuju Anand Vihar Untuk Naik Bus, Saat Delhi Akhirnya Alami Penguncian
“Adapun Anda orang Kristen Mesir, ini adalah harga yang Anda bayar untuk mendukung tentara Mesir,” kata salah satu militan dalam video tersebut, setelah Habashi Salama mengatakan bahwa gerejanya telah bekerja sama dengan penegak hukum untuk memerangi terorisme.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Minggu (18/4), juru bicara gereja mengkonfirmasi pembunuhan Habashi Salama dan memujinya karena tidak meninggalkan keyakinannya.

“Dia mempertahankan imannya sampai saat dia dibunuh,” kata gereja tersebut, menambahkan bahwa mereka ingin menegaskan “dukungannya yang teguh terhadap upaya negara Mesir dalam memadamkan tindakan teror yang penuh kebencian.”

Polisi Mesir mengatakan mereka membunuh beberapa tersangka dari video itu saat baku tembak dengan enam militan yang berafiliasi dengan ISIS di daerah Abtal di provinsi Sinai Utara.



Sumber : https://www.riau24.com/berita/baca/1618901751-beredar-video-isis-eksekusi-orang-kristen-koptik-karena-perangi-terorisme
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...