Berebut Menjamu AHY, Untuk Perahu Demokrat

Share

Akhir pekan ini, dimulai hari Sabtu (4/11) kemarin, provinsi Riau seperti punya helat besar. Sejumlah pejabat, terutama yang berkepentingan ingin maju di Pilgubri, sibuk menyambut kedatangan putra sulung Presiden SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Bahkan di sejumlah media sempat menggeser pemberitaan tentang Pekan Olah Raga tingkat Provinsi (Porprov), event daerah yang masih berlangsung di Kampar.

Kedatangan AHY ke Riau, sebenarnya bersamaan dengan Pelantikan pengurus DPD Partai Demokrat Riau hasil Musda dua bulan sebelumnya. Selain agenda internal, AHY juga memberikan kuliah umum di UIN Suska Pekanbaru. Di luar itu, kabarnya ada tarik menarik agenda antara bakal calon Gubernur Riau yang berharap perahu Demokrat, baik dari kader PD seperti Firdaus dan Achmad atau eksternal seperti Andi Rahman dan Syamsuar.

Menariknya, jika untuk menggaet dukungan partai secara formal, sambutan terhadap Sekjen DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan yang juga hadir, harusnya lebih meriah. Tapi semua seperti terfokus pada AHY, yang bukanlah pengurus partai. Inilah politik, kadang yang informal malah bisa menentukan. Bagaimanapun, akses AHY ke SBY sebagai pengambil keputusan tertinggi di partai berlambang bintang mercy tersebut lebih dekat dan lebih emosional.

Gubernur petahana, Andi Rahman sempat bertemu empat mata dengan AHY. Walaupun saat dikonfirmasi pewarta mengaku tidak ada pembicaraan soal pilkada. Mantan Anggota DPR RI di era SBY ini, saat ini sudah mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Golkar untuk bertarung di pilgubri mendatang. Tentu ia berkepentingan untuk menarik PD dalam barisannya, bukan untuk kelengkapan perahu karena Golkar sendiri sudah memenuhi syarat. Tapi lebih kepada strategi pemenangan. Karena jika PD bersamanya, maka ia telah mampu menyingkirkan calon kuat dari PD, Achmad dan Firdaus.

Firdaus sendiri sebagai kader PD, sangat berkepentingan menjamu AHY. Tak kurang, billboard besar atas nama Walikota Pekanbaru menyambut kedatangan AHY, yang bukan pejabat ataupun tamu daerah. AHY pun sempat sarapan di rumah dinas Walikota. Lagi-lagi, ia mengatakan bahwa tidak ada pembicaraan politik dengan AHY.

Kader Partai Demokrat lainnya, Achmad sempat semobil dengan AHY saat menuju UIN Suska untuk mengisi kuliah umum. Mantan Bupati Rokan Hulu ini, juga mengerahkan pendukungnya saat acara jalan santai di car free day dan pelantikan pengurus DPD Partai Demokrat Riau. Keberadaan pendukung Achmad cukup mencolok karena menggunakan kaos bertuliskan ‘Achmad untuk Riau’ dan membawa kantong plastik besar untuk mengumpulkan sampah.

Bupati Siak, Syamsuar berhasil ‘menculik’ AHY dan membawanya ke Siak. Sebagai kota dengan peninggalan sejarah melayu, tentu layak untuk dikunjungi. Tapi AHY sempat menyampaikan tentang pesan SBY untuk mampir ke Siak, karena dulu SBY-lah yang meresmikan jembatan siak yang megah saat kepemimpinan mantan Bupati Siak, Arwin AS.

AHY bukan pejabat negara, bukan juga pengurus partai, tapi punya posisi strategis dalam keputusan politik untuk Riau karena ayahnya ‘pemilik’ stempel Partai Demokrat. Sebagai rakyat, kita tunggulah kemana arah keputusan Partai Demokrat ini. Apakah nanti di lain waktu dan momentum, seandainya AHY datang kembali ke Riau akan disambut seperti sekarang ini ?

Kalau tak ada yang menyambut, kan ada ojek online.

#TajukBarometer


Share

Baca Juga