займ на карту онлайн

Berbeda Dengan Perempuan, Ini Alasan Kenapa Laki-laki yang Menjadi Korban Pelecehan Seksual Memilih Bungkam


RIAU24.COM –  Pelecehan Seksual bisa menimpa siapa saja termasuk pria meski jarang dilaporkan karena berbagai faktor termasuk rasa malu. Stigma masyarakat membuat korban takut melaporkan kejadian yang menimpanya padahal pelecehan seksual dapat menimbulkan efek traumatis.

Pelecehan seksual dapat terjadi dari mulut ke mulut, perbuatan, bahasa tubuh atau paksaan dari hubungan seksual yang tidak disengaja. Biasanya terjadi pada wanita namun pada kenyataannya pria juga banyak yang menjadi korban.

Namun pria jarang melaporkannya karena takut dianggap lembek dan diejek karena seharusnya pria tidak menjadi korban pelecehan seksual.

Baca Juga: Momen Pangdam Sriwijaya SBY Bercengkrama Dengan Prabowo Subianto, Netizen Bilang Begini

Laporan Komisi Kesempatan Kerja yang Setara (Equal Employment Opportunity Commission – EEOC) mengatakan pria sering menjadi korban pelecehan seksual di tempat kerja.

Di Amerika Serikat, 17,1 persen dari 6.822 kasus yang melibatkan pelecehan seksual pada tahun 2015 dilaporkan oleh laki-laki.

Di antara alasan mereka melapor ke pihak berwenang adalah ajakan untuk berhubungan seks oleh perempuan dan laki-laki serta diintimidasi dengan kata-kata yang tidak senonoh.

Baca Juga: Cara Membuat Es Lilin Kacang Hijau

Tak hanya pelecehan dari rekan kerja, banyak kasus juga dilaporkan melibatkan pejabat tinggi.

Angka tersebut menurut EEOC sebenarnya rendah dan pada kenyataannya masih banyak kasus yang tidak terlaporkan karena ego dan rasa malu akan diremehkan oleh masyarakat.

Dalam sebuah penelitian juga ditemukan, laki-laki menolak untuk tampil ke depan karena takut menjadi subjek lelucon publik selain laki-laki harus bijak untuk menjaga diri dan itu merupakan hal yang sepele.



Sumber : https://www.riau24.com/berita/baca/1617858032-berbeda-dengan-perempuan-ini-alasan-kenapa-laki-laki-yang-menjadi-korban-pelecehan-seksual-memilih-bungkam
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...