Banyak Tahanan Asimilasi Kembali Berulah, Menkumham Yasonna Laoly Akhirnya Digugat ke Pengadilan, Begini Responnya


RIAU24.COM –  Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly akhirnya digugat ke pengadilan. Hal itu merupakan buntut dari kebijakannya memberikan asimilasi kepada 30 ribu orang narapidana, setelah wabah Corona Covid-19 melanda Tanah Air. Namun kondisi di lapangan, banyak di antara narapidana asimilasi itu yang kembali berulah dan membuat onar di tengah masyarakat. 

Sidang gugatan perdana digelar di Pengadilan Negeri Surakarta, Jawa Tengah, Kamis 25 Juni 2020. Gugatan diajukan sekaligus oleh tiga lembaga swadaya masyarakat (LSM), yakni Yayasan Mega Bintang, Perkumpulan Masyarakat Anti Ketidak-adilan Independen, dan Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum (LP3H). 

Baca Juga: Gunakan Helikopter Mewah untuk Acara Keluarga, Gaya Hidup Ketua KPK Firli Bahuri Tuai Kritikan Tajam

Seperti diketahui, setidaknya ada sebanyak 30.000 narapidana yang menerima program asimilasi tersebut, yang dikeluarkan pada (23/4/2020) silam. Mereka adalah narapidana yang sempat mendekam di sejumlah lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan yang tersebar di Tanah Air.  

Menanggapi hal itu, Menteri Yasonna meyakini, hakim dapat melihat bahwa kebijakan asimilasi dan integrasi narapidana memiliki dasar hukum dan berjalan sesuai ketentuan. 

“Saya yakin hakim bisa melihat dengan jernih bahwa tidak ada unsur melawan hukum dari kebijakan ini serta pelaksanaannya,” ungkapnya, dalam keterangan tertulis, seperti dilansir kompas. 

Menurut Yasonna, asimilasi dan integrasi terkait Covid-19 telah sesuai dengen ketentuan yang diatur dalam Permenkumham No 10 Tahun 2020 dan Kepmenkumham Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020. 

Baca Juga: Antisipasi Penularan Corona, Muhammadiyah Sarankan Salat Idul Adha Digelar di Rumah

Yasonna mengklaim pengawasan terhadap narapidana yang menerima asimilasi dan integrasi juga berjalan efektif bila melihat rasiio narapidana asimilasi yang kembali berbuat kejahatan. 

Lebih lanjut, ia menambahkan, sejauh ini terdapat 40.020 orang narapidana yang telah dikeluarkan dan dari jumlah tersebut ada 222 orang yang terbukti melanggar ketentuan sehingga asimilasinya dicabut. 

“Bila dihitung, rasio narapidana asimilasi yang kembali berulah di masyarakat ini adalah 0,55 persen. Angka ini jauh lebih rendah dari tingkat residivisme pada kondisi normal sebelum Covid-19 yang bisa mencapai 10,18 persen,” terangnya. 

Yasonna mengingatkan, selain memiliki dasar hukum, program asimilasi tersebut juga dilandasi atas upaya mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan penjara yang overkapasitas. 

“Kebijakan ini dilakukan atas dasar kemanusiaan sebagai upaya menyelamatkan narapidana yang juga punya hak untuk hidup sebagaimana manusia bebas lain,” kata Yasonna lagi. *** 
 



Sumber : http://riau24.com/berita/baca/1593062635-banyak-tahanan-asimilasi-kembali-berulah-menkumham-yasonna-laoly-akhirnya-digugat-ke-pengadilan-begini-responnya
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...