Awal Mula Konflik Iran san AS


DATARIAU.COM – Iran dan Amerika Serikat (AS) adalah dua negara yang telah memiliki hubungan rumit sejak tahun 1950an, yang mana permasalahan diantara kedua negara ini terus berkesinambungan tanpa adanya suatu solusi perdamaian.

Tahun 1953 terjadinya Plot Kudeta Perdana Mentri Iran Mohammad Mossadeq ingin Menasionalisasi tambang minyak bumi karena sebagian besar dikuasai perusahaan Inggris dan rakyat iran tidak mendapatkan keuntungan atas itu.

Guna mencegah hal itu, Intelejen Amerika Serikat (AS) dan Inggris merencanakan kudeta untuk menggulingkan Mossadeq. Amerika Serikat (AS) mendukung Mohammad Reza Shah untuk memimpin Iran, Reza Shah melengserkan Mossadeq menggunakan polisi bernama Savak, sebagai dalang pelengseran tersebut, setelah terjadinya pelengseran Ayatollah Khomeini muncul sebagai rival politik Reza Shah, namun dia diasingkan karena dianggap memberontak oleh pemerintah dan masyarakat Iran.

Tahun 1979 revolusi Iran, rakyat murka dan ingin Reza Shah lengser saat Khomeini kembali ke Iran pada tahun 1979, kembalinya Khomeini membuat perubahan pola fikir terhadap masyarakat Iran yang tak lagi mempercayai kepemimpinan Reza Shah yang mempunyai kepentingan sendiri, dan pada masa itu giliran Reza Shah yang diasingkan oleh rakyat Iran itu sendiri, Iran pun menjadi Negara Islam pada kepemimpinan Ayatollah Khomeini.

Ayatollah Khomeini menjadi pemipin Iran yang pertama di era baru pada masa itu, sentiment anti Amerika sangat kuat. Disisi lain Reza Sahah memilih pergi ke Amerika Serikat (AS) untuk menjalani pengobatan yang membuat rakyat iran semakin meradang karena menganggap Reza Shah bekerjasama denga Amerika Serikat (AS).

1979-1981 krisis penyanderaan, mahasiswa pro Khomeini menyerbu kedutaan Amerika Serikat (AS) di Taheran, dan menyandera 52 warga Amerika Serikat (AS) selama 444 hari. Amerika Serikat mnejatuhkan sanksi ekonomi terhadap Iran untuk pertama kali dikaenakan perlakuan penyanderaan yang dilakukan oleh Iran.

1980 perang Irak dan Iran, irak menginvasi Iran dan memicu perang. Suasana semakin memanas dengan bantuan militer yang dikirim Amerika Serikat (AS) untuk Irak. Diperkirakan satu juta orang tewas dalam konflik tersebut. Ayatollah Khomeini menerima kesepakatan gencatan senjata, setelah perang selam delapan tahun.

1988 penembakan pesawat, hubungan iran dan semakin memburuk, iran menyatakan Amerika Serikat (AS) dan Israel sebagai musuh terbesar.

1988 kapal induk Amerika Serikat (AS), menembak jatuh pesawat Iran, Amerika Serikat (AS) tidak pernah meminta maaf atas kesalahan tersebut.

2002 poros kejahatan, Presiden George Bursh menyebut Iran, irak dan Korea Utara sebagai poros kejahatn. Amerika Serikat (AS), kemudian fokus pada program nuklir Iran. Komunitas Internasional mulai memberlakukan sanksi pada Iran, ekspor minyak bumi dan ekonomi Iran pun terpukul keras.

2015 kesepakatan nuklir, Iran bersikeras program nuklir mereka tidak berbahaya, namun setuju membatasi aktivitasnya pada 2015, sebagai ganti pengankatan sanksi ekonomi. Namun pada tahun 2018 Amerika Serikat (AS)  mundur dari kesepakatan dan kembali memberlakukan sanksi.

Pada tahun 2019, Amerika Serikat (AS)  menyebut pasukan pengawal rovolusi Iran sebagai kelompok teroris, ketegangan antara pemimpin.
Iran Khomeini dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donal Trump terus meningkat, dan semakin meruncing dengan kematian Jendral Soleimani pada tanggal (3/1/2020). Amerika Serikat (AS) telah menewaskan perwira tinggi Iran, Mayjen Qasem Soleimani, melalui serangan roket di Bandara Internasional Irak, alasannya ialah Amerika Serikat mengaggap solemani merencanakan serangan besar terhadap Amerika Serikat (AS) yang mana ini adalah sebuah ancaman yang menganggu keamanan Amerika Serikat (AS), sehingga presiden Amerika Serikat (AS) Donal Trump memerintahkan untuk membunuh Soleimani dengan melalui serangan roket di Bandara Internasional Irak.

Tewasnya Jendral Soleimani membuat Iran semakin meradang dan menaruh kebencian terhadap Amerika serikat (AS), Iran berniat untuk membalas dedam terhadap tewasnya Soleimani dengan cara menembakan puluhan roket di pangkalan udara gabungan Amerika Serikat dan Irak pada Rabu (8/1/2020).

Seorang pejabat bahkan mengonfirmasi bahwa serangan dilakukan di Ayn al-Asad di Irak Barat. Ini dilakukan sebagai balasan atas kematian Jenderal Qasem Soleimani. Namun konflik ini terus berkelanjutan dan belum dapat pengakuan peredaan dan perdamaian dari kedua belah pihak negara tersebut, disebabkan oleh beberapa permasalahan, berikut 5 alasan penyebab krisis konflik iran dan Amerika Serikat (AS):

1. Masalah dalam negeri, pengakuan pemerintah iran atas kesalahan tersebutmemicu gelombang protes demonstran menyalurkan agar pemerintah lengser.

2. Kebijakan amerika serikat tidak berubah, amerika serikat tetap pada pendirian bahwa serangan yang mereka lakukan adalah demi melindungi kepentingan negaranya.

3. Tujuan strategis iran masih sama, kendati ekonominya terguncang karena sanksi amerika serikat (AS), tujuan strategis iran yakni mendorong amerika serikat keluar dari timur tengah, terutama dari Irak.

4. Kotradiksi irak kematian jendral soleimani disisi lain membuat irak punya kesempatan untuk lebih mandiri,baik dari pengaruh iran maupun amerika serikat (AS).

5. Kesepakatan nuklir,keputusan donal trump mundur dari kesepakatan nuklir pada tahun 2018 merupakan akar krisis yng kini terjadi, iran pun membalas dengan meningkatkan aktivitas pengembangan nuklir.

Sampai saat ini konflik terus berlangsung demi mepertahankan harga diri bangsa, Tokoh parlemen Abolfazi Abutorabi juga dikabarkan mengancam akan menyerang Gedung Putih sebagai tanggapan atas pembunuhan Soleimani.

Sementara itu, Donald Trump berjanji akan menyerang 52 wilayah di Iran. Ia berujar serangan dilakukan karena Iran membahayakan warga dan kepentingan AS. (rls)

Disusun oleh: Syahlindra
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Abdurrab Pekanbaru

Ingin kirim berita? Silahkan hubungi redaksi melalui WhatsApp 081339661966 atau email [email protected]

Sumber: https://datariau.com/opini/Awal-Mula-Konflik-Iran-san-AS قالب وردپرس

Ekstrak Uncaria - Herbal Dari Ekstrak Daun Gambir Pilihan

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...