4 Siasat Pemudik Agar Lolos Penyekatan: Kesurupan hingga Angkat Motor


(CAKAPLAH) – Ada-ada saja ulah pemudik untuk bisa pulang ke kampung halaman. Berbagai cara dan modus pun dilakukan dari yang kocak hingga ekstrem untuk bisa lolos dari penyekatan.

Berikut detikcom rangkum empat ulah pemudik agar bisa lolos dari penyekatan di Jawa Barat:

1. Pura-pura Kesurupan

Seorang pria berpura-pura kesurupan saat diberhentikan petugas. Detik-detik saat pria tersebut bertingkah pun terekam dalam video berdurasi 28 detik.

Dalam video itu terlihat ada seseorang yang memakai iket batik. Terdengar dia berteriak sambil melakukan gerakan tak biasa. “Ieu wilayah aing (ini wilayah saya), Siliwangi,” teriak pemudik tersebut.

Dalam video berdurasi 28 detik, pria tersebut langsung mendekati polisi dengan jalan kaku. Setelah diberi pengarahan oleh petugas, dia kemudian berjalan mundur lagi.

Belakangan diketahui kejadian itu terjadi di pos penyekatan simpang Padalarang. Kejadian itu terjadi siang tadi sekitar pukul 11.00 WIB.

“Iya itu benar di wilayah (Polres) Cimahi. Kejadiannya jam 11 tadi,” ujar Kasat Lantas Polres Cimahi AKP Sudirianto saat dikonfirmasi.

Dia menjelaskan pemudik itu mengendarai sepeda motor rombongan dengan satu orang temannya yang juga mengendarai sepeda motor. Mereka diberhentikan lantaran terlihat hendak mudik dan menggunakan pelat nomor berawalan Z.

“Dua motor dari Bekasi mau ke Tasik,” kata dia.

Saat diberhentikan, petugas mengecek kelengkapan dokumen kendaraan serta dokumen kesehatan. Untuk pengendara yang kesurupan, kata dia, dokumen kendaraan lengkap hanya saja tidak membawa surat rapid tes antigen.

“Tapi karena nggak ada surat rapid antigen kita suruh rapid antigen dulu lah gratis,” tuturnya.

Akan tetapi rekan pria kesurupan tersebut tak memiliki dokumen kendaraan lengkap. Rekannya itu diketahui tak membawa STNK motor.

Alhasil, polisi melakukan tindakan penilangan terhadap kendaraan rekannya itu. Akan tetapi saat hendak melakukan penilangan dan penghalauan untuk memutar balik, pria bernama Abdul tiba-tiba kesurupan.

“Begitu tahu temennya mau ditilang mau diputer balik dia pura-pura kemasukan. Kita bingung, mau dikasih minum takutnya puasa,” kata dia.

Abdul mengalami kerasukan cukup lama sekitar 20 menit. Saat siuman, polisi langsung meminta mereka untuk balik lagi. Sementara kendaraan rekannya yang tak memiliki STNK ditahan petugas.

“Saat sadar, dia malu-malu, melotot gitu,” katanya.

2. Angkat Motor, Cari Jalan Tikus

Penyekatan terus dilakukan petugas di Posko Gamon, Patokbeusi, Subang, Jawa Barat. Pemudik yang tidak memiliki surat keterangan dan surat antigen setiap pemudik diminta putar balik ke daerah asal.

Guna menghindari penyekatan petugas, banyak pemudik motor memilih putar arah sebelum melintas posko penyekatan, mereka mengangkat motornya melewati separator untuk mencari jalan tikus.

“Ini ikut-ikutan aja muter balik, tujuannya cari jalan tikus,” ujar Dimas pemudik dari Cikarang tujuan Jawa Tengah, usai menyeberang jalan, Selasa (11/05/2021).

Dimas mengatakan selama perjalanan terdapat sejumlah penyekatan, ia bisa dari melewati penyekatan sebelumnya namun masih tertahan di penyekatan di wilayah Subang.

“Tadi lancar sih, cumamacetnya di sini, di depan ada penyekatan,” katanya.

3. Provokator Positif Narkoba

Dua orang pemuda diamankan polisi gegara memprovokasi para pemudik yang terkena penyekatan di pos Tanjungpura, Karawang. Salah satunya bahkan dinyatakan positif narkoba.

“Ada dua pemuda yang diamankan, pertama itu pemudik, yang dengan membunyikan klakson terus-menerus, dan sengaja memprovokasi pemudik lain, agar terpancing emosinya, untuk melawan petugas penyekatan,” kata Kasatreskrim Polres Karawang AKP Oliestha Ageng Wicaksana Oliestha saat ditemui di lokasi pos sekat Tanjungpura, Selasa (11/5/2021).

Setelah dilakukan pemeriksaan, salah satu pemuda yang diamankan merupakan bukan pemudik. Pelaku merupakan warga yang memang sengaja memprovokasi dan juga mengarahkan para pemudik untuk mencari jalan pintas hingga meminta imbalan.

“Kalau yang kedua ini, sudah sangat keterlaluan, sudah mah memprovokasi, mengarahkan pemudik ke jalan pintas, dan pemudik dimintai uang. Parahnya lagi, saat mau diamankan ia malah balik menyerang, petugas ada yang ditendang sama pelaku ini,” katanya.

Dia mengungkapan dua orang pelaku yang diamankan merupakan seorang pemudik dan dinyatakan positif narkoba. Sementara satu pelaku lainnya diketahui tengah dalam pengaruh minuman keras.

4. Kelabui Petugas Naik Truk

Adanya larangan mudik membuat banyak orang mencoba berbagai cara untuk mengelabui petugas agar bisa kembali ke kampung halamannya.

Seperti yang dilakukan enam orang pemudik asal Jakarta yang akan kembali ke Kabupaten Kuningan, Jawa Barat ini. Mereka bersembunyi di belakang truk yang ditutupi terpal agar bisa mudik tanpa diketahui petugas.

Sayangnya usaha mereka yang nekat mudik dengan cara tak biasa itu gagal lantaran truk yang ditumpanginya terjaring razia penyekatan yang dilakukan petugas gabungan di pos check point Tugu Ikan Sampora, Kabupaten Kuningan pada Ahad (2/5/2021) pagi.

Ipda Sunardi Padal cek point Tugu Ikan Sampora mengatakan awalnya petugas curiga dengan truk bernomor polisi E 8965 YW berwarna kuning itu. Benar saja, saat diperiksa truk itu rupanya mengangkut pemudik asal Jakarta.

“Iya ada kendaraan truk yang mengangkut enam orang pemudik. Pemudik ini mengelabui petugas dengan sembunyi di belakang truk yang ditutup terpal, biar dikiranya bawa barang,” kata Sunardi saat dikonfirmasi detikcom.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pemudik yang menumpang di truk tersebut tidak bisa menunjukkan surat hasil antigen maupun prokes COVID-19 lainnya. Petugas pun akhirnya terpaksa memutar balikkan truk untuk kembali ke Jakarta.

Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com


Sumber : https://www.cakaplah.com/berita/baca/69393/2021/05/12/4-siasat-pemudik-agar-lolos-penyekatan-kesurupan-hingga-angkat-motor/
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...