Tanggung Jawab Tujuh Perusahaan, Normalisasi Sungai Nilo Pelalawan Dikerjakan


PANGKALAN KERINCI – Sungai Nilo, sungai yang membentang mulai dari Kabupaten Kuansing hingga Pelalawan serta mengalir dari Kecamatan Ukui sampai ke Pangkalan Kuras beberapa dalam beberapa tahun terakhir kerap meluap.Kondisi Sungai Nilo rawan banjir, Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa air Hitam, Kecamatan Ukui menjadi sasaram banjir sungai terpanjang di Pelalawan ini.”Normalisasi Sungai Nilo sudah berjalan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan, Syamsul Anwar, Selasa (13/8/2019).Normalisasi Sungai Nilo melibatkan tujuh perusahaan perkebunan dan Hutan Tanaman industri (HTI) yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan.”Konsorsium sudah mereka bentuk, jadi mereka (perusahan) yang mengitung pembiayaannya dan mereka yang melaksanakannya,” jelas Syamsul Anwar.Menurut dia, pihaknya hanya menentukam titik-titik lokasi yang akan dinormalisasi. Normalisasi sungai akan dilakukan sepanjang kurang lebih 30 Km.”Kita hanya menentukan titik mana yang akan dinormalisasi. HGU yang berdekatan dengan sungai dikenakan 60 persen, hulu hilir 40 persen. Nanti, kita hanya memantau perkembangannya, soal anggaran mereka yang menentukan,” tandasnya, kepada GoRiau.Normalisasi Sungai Nilo melibatkan tujuh perusahaan yakni, PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS), PT RAPP, PT Langgam Inti Hibrindo (LIH), PT Safari Riau, PT Arara Abadi, PT Bratasena Plantation dan PT Musim Mas. *

Sumber : https://www.goriau.com/berita/baca/tanggung-jawab-tujuh-perusahaan-normalisasi-sungai-nilo-pelalawan-dikerjakan.html
قالب وردپرس
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...