Tahap Penerimaan Peserta Didik Baru



Tanjungpinang-Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri,Muhammad Dali mengatakan tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran (TA) 2019/2020 akan dimulai pada 1 Juli 2019 mendatang.Menurut Dali,PPDB Sekolah Menengah Atas (SMA) menggunaan sistem zonasi,sedangkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bebas.


"Penerapan sistem tersebut mengacu dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbu) Nomor 51 Tahun 2018 tentang PPDB.Semua pihak harus menghormati keputusan yang sudah ada,"ujar Muhammad Dali,Minggu (26/5) di Tanjungpinang.


Mantan Kepala Bidang SMK Disdik Kepri tersebut menjelaskan,ketentuan zonasi adalah sebanyak 90 persen.Lima persen diperuntukan bagi jalur berprestasi, kemudian lima persen lainnya untuk perpindahan orang tua yang pindah tugas. Disebutkan Dali,kreteria penilaian indikator adalah berbasis jarak yang diukur dengan Global Positioning System (GPS) yang ada dalam sistem PPDB Online.


 "Sistem ini diharapkan dapat menjadi instrumen untuk mengatasi sengkarut PPDB tahun lalu.Karena tidak ada parameter lain,selain jarak,"tegas Dali.
Masih kata Dali,dalam sistem ini nanti,jika identitas pendaftar berbeda dengan tempat tinggal sekarang,harus diperkuat dengan surat keterangan domisili. Ketentuan ini berlaku,bagi yang sudah menetap didaerah tersebut.Lebih lanjut katanya,saat mendaftaran nanti,orang tua bisa mengetahui mereka berada di zonasi mana.Khusus di Tanjungpinang,Kelurahan Bukit Cermin selain masuk Zonasi SMA Negeri 1 juga bisa di SMA Negeri 2.
"Untuk masalah zonasi ini,kita juga bekerjasama dengan pihak kelurahan dan Telkomsel.Telkomsel bertanggungjawab masalah jaringan onlinenya,sehingga tidak menimbulkan gejolak seperti tahun yang lalu,"tegasnya lagi.


Pria yang pernah menjadi Kepala Sekolah itu juga mengatakan,untuk jalur prestasi adalah dilihat dari nilai Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN)  yang nilai minimal 90 atau diambil dari nilai Ujian Nasional (UN) besar dari 85.Sehingga peserta bisa memilih,apakah mendaftarkan nilai USBN atau UN.
Kemudian adalah ditambah dengan prestasi,baik akademis maupun non akademis.Prestasi bisa menggunakan sertifikat Olimpiade Sain Nasional (OSN) atau pretasi non akademik lainnya.Seperti Olimpiadi Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).
"Skor serifikat setingkat Kabupaten/Kota 5, Provinsi 10,Nasional 15,Internasional 20. Sertfikat ini,dinilai memenuhi kreteria ketika dikeluarkan oleh Pemerintah,"jelas Dali.


Lebih lanjut,kata Dali,untuk kuatnya regulasi peneraman sistem zonasi ini, akan ditetapkan lewat Surat Keputusan (SK) Gubernur,yakni mengenai Zonasi Provinsi Kepri.Adapun yang perlu diketahui orang tua murid adalah rombongan pelajar (Rombel) adalah 36 siswa.
"Khusus SMK akan diperkuat dengan ciri khas masing-masing jujuran.Sehingga akan terjadi penyesuaian jujuran disejumlah SMK," jelasnya lagi.


Ditambahkan Dali,dengan terbatasnya daya tampung sekolah negeri,pihaknya mengharapkan kerjasama sekolah swasta untuk turut membantu Pemerintah Daerah (Pemda).Yakni,dengan tidak menerapkan biaya masuk sekolah yang tinggi.Karena yang menjadi keluhan masyarakat adalah persoalan tersebut.


"Dalam waktu dekat ini,kami akan melakukan rapat dengan yayasan sekolah swasta.Khusus menyikapi masalah PPDB TA 2019/2020 ini,"tutup Dali.
Terpisah,Legislator Komisi IV DPRD Kepri, Burhanuddin Nur khawatir Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran (TA) 2019/2020 di Batam berpotensi bergejolak kembali.Lantaran terbatasnya daya tampung SMA/SMK Negeri yang ada di Batam.Menyiasati hal itu,adalah dengan menggunakan sistem double sip.


"Jumlah kelulusan SMP di Batam mencapai sekitar 16 ribuan.Sementara daya tampung SMA/SMK hanya pada angka lima ribua.Artinya sekitar 10 ribu pelajar yang tidak tertampung di sekolah negeri," ujar Burhanuddin Nur di Kantor DPRD Kepri,Tanjungpinang.
Politai Partai Demokrat tersebut menegaskan,kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri,pihaknya mengharapkan PPDB SMA/SMK di Batam tahun ini tidak terjadi gejolak.Apalagi dengan adanya ketentuan zonasi yang harus diterapkan pada tahun ini.Menurutnya,jika dikalkulasikan dengan sekolah swasta di Batam,kapasitasnya masih cukup.


"Persoalannya adalah,bagi masyarakat sekolah negeri tentu menjadi buruan. Sementara daya tampung sangat terbatas," paparnya.

Sumber : http://spiritriau.com/view/Pendidikan/135047/Tahap-Penerimaan-Peserta-Didik-Baru.html
قالب وردپرس
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...