Penghulu Bakti Makmur Tidak Bayar Honor RT RW, BPkep dan Tiga Kepala Dusun Selama Dua Bulan, Ini Alasanya

BAGANSINEMBAH,  datariau.com – RT/RW dan Dusun Jadi Mulya Dusun Bangun Jaya dan Dusun Sepadan Makmur merasa diperlakukan tidak adil oleh Penghulu Bakti Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah, Rokan Hilir. Karena honor mereka tidak di bayar selama dua bulan di tahun 2018.

“Honor yang kami tanda tangani dari bulan Agustus s/d bulan Desember 2018 yang kami terima hanya 3 bulan (Agustus, September dan Oktober 2018). Sedangkan 2 bulan (November, Desember) tidak diberikan,” ungkap Kepala Dusun Bangun Jaya Unan.

Kepala Dusun menjelaskan, adapun RT  di Dusun Jadi Mulya 5 orang , RW 2 orang dan kadus 1 orang. Kemudian, RT di Dusun Bangun Jaya 4 orang, RW 2 orang dan  Kadus 1 orang. Selanjutnya, RT di Dusun Sepadan Makmur ada 4 orang, RW 2 orang dan Kadus 1 orang.  Jadi Tiga Kepala Dusun, 13 RT dan 6 RW ini belum terima honor selama dua bulan Tahun 2018 ini.

Selain perangkat RT, RW dan Kepala Dusun yang tidak terima honor dan juga hal yang sama terjadi kepada  BPKep yang berada di tiga Dusun sebanyak 2 orang. Sementara SK BPkep Kepenghuluan Bakti Makmur di keluarkan dari Bupati Rokan Hilir.

Namun Penghulu Bakti Makmur, Sucipto memperlakukan semena-mena tanpa adanya pembatalan SK dari Bupati. Secara tidak lansung Penghulu melakukan pemotongan honor BPKep yang bersangkutan.

Anehnya lagi, lanjut Unan, Penghulu telah menerbitkan surat, bahwa wilayah tersebut tidak lagi menjadi wilayah Kepenghuluan Bakti Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.  Sementara eksekusi lapangan kedua Provinsi belum ada dan sejauh ini Kabupaten Labuhan Batu Selatan juga tidak ada mempermasalahkan wilayah tersebut.

“Bukti kami berada di Kepenghuluan Bakti Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau sejak pemiliham 2014 sampai 2019 yang baru saja berlansung. Kami tetap memilih diwilayah Riau, kami di 3 Dusun memiliki 2 TPS, yaitu TPS 17 dan TPS 18,” jelasnya.

“Pernah kami pertanyakan honor tersebut, penghulu mengakui bahwa uang itu ada ditangan penghulu, entah apa maksudnya sementara uang itu adalah hak kami,” tegasnya.

Kepala Dusun Bangun Jaya menceritakanm bahwa Penghulu juga tidak memfungsikan TPK dalam Pelaksaaan Danas Desa (DD), kesemuanya dikendalikan oleh penghulu sendiri termasuk belanja barang dan tenaga kerja dan tenaga kerja ada yang berasal sari luar Kepenghuluan. 

Menurutnya, jelas bukan program swa kelola, keterangan ini saya tanya lansung sama ketua TPK Kepenghuluan Bakti Makmur, Susara Errianto.

“Penyaluran Rasta yang hak warga kamo di tiga Dusun untuk Anggarab 2019 ini juga disalah gunakan tisak diberikan kepada yang berhak. Sebab, warga kami yang terdata di PKH sampai  saat ini masih ada dan dari pihak PKH juga tetap menyalurkan ke yang bersangkutan,” ujarnya.

“Bukti kami berada diwilayah Rohil adalah Perda No.9 Tahun 2014, 3 Dusun tersebut akan dimekarkan menjadi satu Kepenghuluan yaitu Kepenghuluan Bagan Makmur. Diharapkan kepada Pemerintah dapat mencari jalan selusinya dan jangan buat masyarakat bingung,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapan RT01 Dusun Bangun Jaya mengatakan demikian, dirinya sangat keberatan gaji honorny tidak keluar. 

“Kalau bisa hak kami itu dikeluarkan, dan diminta ke pihak Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten dapat menyelesaikan masalah ini,” ujarnya singkat.

Terkait berita tersebut, tim datariau.com berupaya melakukan konfirmasi kepada Penghulu Bakti Makmur untuk melakukan verifikasi berita tersebut. (*)

(*) Berita kutipan sebaiknya dibaca langsung dari sumber berita melalui link yang kami lampirkan di akhir berita. Tegur kami jika termuat berita tidak sesuai fakta dengan menghubungi 081276887672 atau email: [email protected]

Sumber: https://datariau.com/berita/Penghulu-Bakti-Makmur-Tidak-Bayar-Honor-RT-RW–BPkep-dan-Tiga-Kepala-Dusun-Selama-Dua-Bulan–Ini-Alasanya قالب وردپرس
قالب وردپرس
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...