Nostalgia Masakan Padang Peranakan di Restoran Marco


Suara.com – Masakan Padang selalu identik dengan hidangan berat bersantan. Tapi di Restoran Marco yang terletak di Mall Pasific Place Jakarta, masakan Padang disulap menjadi kuliner Padang peranakan.

Hidangan yang disajikan pun cenderung berbeda dari rumah makan Padang pada umumnya. Tetap masih ada rendang, tapi diubah lebih kekinian dengan tambahan roti laiknya sandwich.

Menu Padang Peranakan di Marco Goh Leng. (Suara.com/Risna Halidi)

Selain itu, restoran ini juga lebih fokus memperkenalkan es kopi ala Padang yang familier di komunitas Pecinan.

Dari segi desain, restoran Marco cenderung membawa gaya semi industrial yang menawan. Tembok bata merah, aneka lukisan, serta lampu gantung berwarna kuning temaram yang menjadi penerang kala menikmati aneka hidangan.

Suara.com berkesempatan mencicipi beberapa hidangan yang disajikan di Marco. Di antaranya Martabak Kelapa, Martabak Pandan Keju Srikaya, Roti Rendang, Pisang Panggang Padang Gula Aren, Es Kopi Susu, dan Es Kopi Hitam.

Menu Padang Peranakan di Marco Goh Leng. (Suara.com/Risna Halidi)
Menu Padang Peranakan di Marco. (Suara.com/Risna Halidi)

Menurut Marco Lim, chef sekaligus founder restoran Marco, masyarakat Kota Padang, khususnya warga peranakan, memiliki tradisi minum kopi yang sangat kental sejak puluhan tahun lalu.

Ia kemudia membawa tradisi tersebut ke tanah perantauan, Jakarta, dengan mengusung konsep restoran yang lebih kekinian.

Es Kopi di restoran ini menggunakan kopi robusta yang berasal dari berbagai wilayah di Sumatera, seperti Padang, Solok, hingga Lampung. Marco Lim juga mengatakan bahwa proses pengolahan biji sampai menjadi kopi dilakukan secara tradisional bergaya China yang disebut gaya Nanyang.

Menu Padang Peranakan di Marco Goh Leng. (Suara.com/Risna Halidi)
Menu Padang Peranakan di Marco. (Suara.com/Risna Halidi)

Bukan hanya itu, racikan Es Kopi Padang juga terbilang unik karena dimasak dengan teko tembaga. “Ini ciri khas pedagang kopi di Kota Padang. Teko tembaga juga bisa membuat aroma kopi lebih kuat,” kata Marco Lim kepada Suara.com.

Meski disajikan manis, tapi Es Kopi Susu dan Es Kopi Hitam di restoran Marco masih terasa tingkat keasamannya. Tak heran, sajian yang tepat untuk menemani minum kopi di sini adalah camilan manis khas Padang seperti Martabak Kelapa.

Menurut Santi Sandra Widjaja, GM restoran Marco, Martabak Kelapa merupakan camilan jadul orang Padang yang mulai susah ditemui bahkan di kota asalnya.

“Banyak orang Padang yang datang ke sini dan kaget karena melihat makanan masa kecilnya,” kata Santi.

Martabak Kelapa sendiri memiliki tekstur yang berbeda dengan martabak manis pada umumnya. Ia dibuat lebih tipis, bahkan cenderung pipih seperti crepes.

Menu Padang Peranakan di Marco Goh Leng. (Suara.com/Risna Halidi)
Menu Padang Peranakan di Marco. (Suara.com/Risna Halidi)

Selain Martabak Kelapa yang legendaris, ada juga Martabak Pandan Keju Srikaya, dan Pisang Panggang Padang Gula Aren yang cocok disajikan bersama kopi.

Kalau Anda lebih memilih camilan nan gurih, restoran Marco juga menyajikan Roti Rendang yang ikonik.

Menu Padang Peranakan di Marco Goh Leng. (Suara.com/Risna Halidi)
Menu Padang Peranakan di Marco. (Suara.com/Risna Halidi)

Untuk urusan rasa, perpaduan roti dan rendang tidak akan membuat lidah pengunjung terkejut. Anda mungkin akan lebih terkejut karena fakta bahwa roti ternyata bisa dijadikan pengganti nasi saat menyantap rendang.

Urusan harga, restoran Marco dipatok bervariasi. Misal, Martabak Kelapa dipatok seharga Rp 26.000, Martabak Pandan Keju Srikaya Rp 29.000, Roti Rendang Rp 22.000, Es Kopi Susu Rp 37.000, Es Kopi Hitam Rp 36.000, dan Pisang Panggang Padang Gula Aren Rp 24.000.

Jam buka Restoran Marco sendiri mengikuti jam operasional mal Pasific Place, yaitu mulai pukul 10.00 sampai 22.00 WIB.


Sumber : https://www.suara.com/lifestyle/2019/07/12/080000/nostalgia-masakan-padang-peranakan-di-restoran-marco
قالب وردپرس
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...