Kakek di Inhu Mengaku Ditipu Oknum Karyawan BRI, Begini Kronologisnya..


INHU, datariau.com – Dugaan penipuan dilakukan oleh oknum karyawan Bank BRI Pematangreba, pelaku diketahui bernama inisial Rk (30) terhadap nasabahnya Mahran (60). Dugaan penipuan baru disadari oleh Mahran ketika pinjamannya Rp10 juta namun ditagih oleh colektor BRI Rengat atas nama inisial Ln dengan nilai penagihan Rp75 juta.

Kepada wartawan, Mahran bercerita tentang adanya pengajuan pinjaman senilai Rp10 juta, pinjaman tersebut ke BRI dengan jaminan satu bidang surat tanah berukuran kurang lebih 2 hektar tepatnya di desa Sialang dua dahan dilokasi Rengat Barat kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

“Saya tidak pernah meminjam uang BRI Pematangreba Rp75 juta, saya hanya meminjam Rp10 juta, saya akan laporkan masalah ini ke Polisi,” kata Mahran kepada wartawan Rabu (4/12/2019) di Rengat.

Diceritakanya, awal mula kejadian meminjam uang senilai Rp10 juta di BRI Pematangreba, juga ada penipuan yang melibatkan anak kandungnya sendiri atas nama Su bekerjasama dengan pihak BRI Pematang Reba atas nama Rk.

“Saya minjam Rp10 juta, tapi BRI Pematangreba mengeluarkan uang Rp35 juta dalam waktu 36 bulan sekitar 5 September 2017 lalu,” ujarnya.

Setahun berjalannya waktu, Su kembali bersengkongkol dengan pihak BRI mengajukan pinjaman lagi senilai Rp75 juta. Saat itu Su melakukan pelunasan pinjaman Rp35 juta tersebut, akal bulus berkompromi bersama oknum karyawan BRI bernama Rk, tetap mengelabui Mahran.

Berjalan satu tahun pinjaman Rp75 juta di BRI Pematangreba, datanglah bagian penagihan dari BRI Pematangreba bernama Ln menemui Mahran, saat itu Ln mengatakan tentang adanya utang senilai Rp75 juta aatas nama Mahran di BRI Pematangreba.

“Jika hari ini tidak dibayar angsuran hutang BRI pak Mahran senilai Rp75 juta, saya akan menyegel rumah bapak,” ujar Mahran menceritakan ancaman colektor BRI Pematangreba kepadanya.

Melakukan klarifikasi kepada colektor BRI tersebut, Mahran menegaskan kalau dirinya hanya meminjam uang senilai Rp10 juta, dan tidak pernah menambah nilai pinjaman dan tidak juga pernah melunasi utang bank secara langsung, namun hanya dengan cara mencicil sesuai perjanjian.

“Pak tanda tangani pinjaman Rp10 juta ini, untuk melengkapi syaratnya,” kata Mahran mencontohkan cerita oknum karyawan BRI tersebut saat menanda tangani tambahan pinjaman Rp75 juta.

Belakangan Mahran kaget, lalu menanyakan kepada Su anaknya. “Kamu minjam berapa? anak saya mengakui dan bilang minjam Rp75 juta,” kata Mahram.

Keesokan harinya pak Mahran mengajak anaknya adik dari Su bernama Yatno beserta Su ke kantor unit BRI Rengat ingin bertemu pimpinan unit bank BRI Rengat Nanang Supriono, dan menanyakan langsung proses peminjaman Rp75 juta.

“Kalau saya tahu dari awal Su ingin mengajukan pinjaman senilai Rp75 juta, saya tidak akan mau meminjamkan surat anggunan tanah, karena saya orang susah, saya tidak akan sanggup membayarnya utang itu,” kata Mahran kepada kepala unit bank BRI Rengat saat itu.

Atas peristiwa tersebut, Mahran juga menegaskan kepada Su untuk menyelesaikan pinjaman Rp75 juta di BRI tersebut.

“Kalau kamu tidak bisa melunasi hutang BRI sebesar Rp75 juta, saya akan membuat laporan ke polisi. Saya minta masalah ini diproses hukum walaupun kamu anak saya sendiri saya akan penjarakan kamu karena saya sudah kamu bohongi,” ujar Mahran sambil melihatkan muka kesalnya kepada Su.

Atas ancaman Mahran, kemudian Su kepada Mahran mengakui kesalahannya, bahwa memang telah ada kerjasama dirinya dengan oknum karyawan Bank BRI yang bernama Rk, ketika pegawai BRI Pematangreba melakukan peninjauan selaku pimpinan unit BRI Pematangreba bernama Nanang Supriono, cuma bertanya untuk apa duit Rp75 juta itu kepada pelaku Su.

“Kenapa pimpinan unit BRI Pematangreba Nanang enggan menginformaasikan kepada saya atas nilai pinjaman Rp75 juta, padahal yang menandatangani pinjaman itu dan anggunan surat tanah semua atas nama saya,” ujar Mahran.

Lebih jauh diceritakan Mahran, kronologi penipuan yang dialaminya, kerjasama oknum karyawan BRI Pematangreba menjembatani Su dengan cara tidak perlu lagi dilakukan surpey ke kebun sawit yang ingin digadaikan, bahkan dia hanya mengambil dokumen foto kebun karet orang.

“Tenang aja bang, sore ini saya usahakan uang abang cair dari BRI,” kata Rk bercerita kepada Su saat itu tanpa diketahui ayahnya Mahran. (*)

Wartawan datariau.com dilarang menerima uang untuk mempengaruhi berita. Hubungi kami jika ada berita tidak sesuai fakta. Pemimpin Redaksi: 081276887672 atau email: [email protected]

Sumber: https://datariau.com/berita/Kakek-di-Inhu-Mengaku-Ditipu-Oknum-Karyawan-BRI–Begini-Kronologisnya– قالب وردپرس
قالب وردپرس
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...