Gaji Di Bawah UMP, Tapi Banyak Anggota Polisi yang Bergaya Hidup Mewah Bak Selebritis, kok Bisa ya???



Baru-baru ini Internal Polri menerbitkan aturan soal larangan memamerkan kehidupan gaya mewah atau hedonisme di media sosial untuk para anggota polisi. Hal itu tertuang dalam surat telegram Kadiv Propam Polri Irjen Listyo Sigit Prabowo nomor ST/30/XI/HUM.3.4/2019/DIVPROPAM. Dan diteken diteken pada Jumat, (15/11) kemarin.

Hal ini lah yang menjadi salah satu perhatian Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. Menurutnya dengan gaji yang diterima anggota Polri dari negara, baik jajaran bawah maupun atas, seharusnya mereka tidak bisa hidup dengan kemewahan yang luar biasa.

“Sebab jika dilihat dari struktur penggajiannya masih banyak anggota Polri yang gajinya di bawah UMP (upah minimum provinsi) di Bekasi. Jika gajinya saja masih di bawah UMP, bagaimana para anggota polisi itu mau hidup mewah dan pamer kekayaan, terutama di medsos?” kata Neta ketika berbincang dengan Wartawan, Senin (18/11).

Neta juga mengatakan, seharusnya dengan gaji seminim itu, aparat kepolisian harusnya tidak menampilkan gaya hidup mewah layaknya seorang selebritas.

“Tapi faktanya sangat banyak anggota Polri yang hidup mewah dengan gaya hidup bak selebritas, dengan menggunakan mobil, pakaian, sepatu, arloji bermerek. Dalam kasus bom di Thamrin misalnya, publik bisa melihat dengan jelas ada sejumlah polisi yang memakai sepatu merek branded saat tembak-menembak dengan teroris,” ungkap Neta.

Neta mengatakan, apabila melihat kenyataan gaya hidup mewah sejumlah anggota Polri itu patut saja publik berpikiran negatif dan menduga hal-hal yang aneh terhadap anggota kepolisian.

“Dengan adanya TR (telegram) yang meminta semua anggota Polri harus hidup sederhana ini menunjukkan bahwa ada sebuah keresahan di internal kepolisian terhadap gaya hidup yang tidak wajar dari sebagian besar anggotanya. Selain itu, ada rasa malu yang berkembang di internal Polri terhadap sorotan dan kecaman masyarakat terhadap gaya hidup sebagai besar polisi di negeri ini,” papar Neta lagi.

Di sisi lain, Neta berpandangan aturan tersebut sesuatu yang positif. Tapi tidak cukup sampai di situ, pasalnya Propam harus berani pula mendata dan mengungkap siapa saja anggota Polri yang bergaya hedonisme dan selalu memamerkan kekayaan.

“Pertanyaannya, jika TR hidup sederhana itu tidak dipatuhi, apa sanksinya? Beranikah TR itu menindak istri-istri jenderal yang kerap bergaya hidup glamor dengan barang-barang branded berharga supermahal,” tutur Neta.

Kemudian, tambah dia, siapa saja anggota Polri yang memiliki kekayaan luar biasa hingga melebihi penghasilannya. Sebab dari pantauan IPW, cukup banyak anggota Polri, terutama para istri jenderal, yang suka pamer kekayaaan dengan barang bermerek dan supermahal.

Sumber : http://wajahriau.com/gaji-di-bawah-ump-tapi-banyak-anggota-polisi-yang-bergaya-hidup-mewah-bak-selebritis-kok-bisa-ya/
قالب وردپرس
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...