3 Mahasiswa Unibraw Ciptakan Energi Listrik dari Limbah Rumah Potong Hewan



MALANG – Tiga Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang menciptakan energi listrik dari limbah. Mereka memanfaatkan limbah air Rumah Potong Hewan (RPH) untuk menghasilkan arus listrik.

Pertumbuhan konsumsi energi di Indonesia rata-rata mencapai empat persen per tahun. Peningkatan ini tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi dan penduduk di Tanah Air.

Pemerintah menargetkan suplai listrik sebesar 100 ribu mega watt pada 2025, dengan 23.000 mega watt di antaranya berasal dari pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Itu yang membuat pemerintah menargetkan pembangunan 2 ribu mega watt listrik berbasis EBT setiap tahun.

Pengembangan energi listrik yang saat ini berkembang yaitu memanfaatkan sumber daya alam energi surya (solar cell), angin, panas dan air. Namun pengembangan tersebut masih memiliki kekurangan seperti dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, over heating, tergantung pada faktor cuaca dan harga yang relatif mahal.

Di tengah kebutuhan listrik cukup tinggi, 2 mahasiswa Universitas Brawijaya berkolaborasi memanfaatkan limbah air Rumah Potong Hewan (RPH). LImbah itu dimanfaatkan untuk menghasilkan alternatif listrik yang dinamakan Slaughtering House Waste Water atau SHOWER.

Mereka adalah Hendra Surawijaya (Fakultas Kedokteran Hewan 2016), Elfahra Casanza Amada (Fakultas Kedokteran Hewan 2017) dan Rizhaf Setyo Hartono (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2016). Mereka mendapat bimbingan drh. Ani Setianingrum.

Kegiatan itu didanai oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karsa Cipta (PKM-KC).

SHOWER merupakan inovasi rancang bangun alat pemanfaatan bakteri limbah air rumah potong hewan dengan konsep bernama Agar Salt Bridge. Teknologi SHOWER diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Ketua tim Hendra Surawijaya mengatakan, SHOWER yang memanfaatkan limbah air bisa mengurangi pencemaran lingkungan sekitar sehingga bau limbah air yang tidak sedap bisa menjadi alternatif energi baru dan terbarukan.

Menurutnya mekanisme kerja SHOWER sangat mudah. Yaitu air limbah RPH yang telah diambil pada daerah Rumah Potong Hewan (RPH) ditampung ke dalam chamber penyimpanan. Pada chamber penyimpanan dicampur dengan Effective Microorganisme 4 (EM4) untuk menghilangkan bau pada air limbah.

Air limbah yang sudah dicampur dengan EM4 dimasukkan ke dalam chamber kemudian ditambahkan manitol salt agar dan garam elektrolit.

Bakteri akan mengoksidasi substrat dan menghasilkan elektron dan proton pada anoda. Elektron ditransfer melalui sirkuit eksternal, sedangkan proton didifusikan melalui separator membran manitol salt agar menuju katoda. Beda potensial elektron dan proton akan menghasilkan arus listrik.

“Energi listrik yang dihasilkan dari limbah air Rumah Potong Hewan dapat menjawab tantangan zero waste dan mengurangi pencemaran lingkungan. Selain itu, alat ini juga sebagai sumber energi baru dan terbarukan yang ramah lingkungan, efisien, murah, dan mudah digunakan. Berdasarkan kelebihan tersebut alat ini memiliki potensi yang luar biasa untuk mengatasi ketenagalistrikan dan ketahanan energi di Indonesia sehingga mampu mewujudkan Sustainable Development Goals,” beber Hendra, Kamis (20/9/2019).

Hendra menambahkan, SHOWER diharapkan mampu menjawab tingginya kebutuhan energi, masalah lingkungan, serta maraknya arus globalisasi yang memaksa manusia untuk mencari dan mengembangkan energi baru terbarukan (EBT). Yakni sebagai sumber energi alternatif yang efisien dan tidak memberikan dampak pencemaran terhadap lingkungan.
(Muhammad Aminudin/bdh)




Sumber: detik.com

Sumber : http://spiritriau.com/view/Pendidikan/134543/3-Mahasiswa-Unibraw-Ciptakan-Energi-Listrik-dari-Limbah-Rumah-Potong-Hewan.html
قالب وردپرس
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...